Yandex Dorong Operator Telekomunikasi Kembangkan Teknologi AI di Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:01:01 WIB
OpenAI - Sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

JAKARTA - Yandex, perusahaan teknologi global yang dikenal dengan layanan berbasis machine learning, memperkenalkan inisiatif khusus untuk industri telekomunikasi Indonesia.

Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan serta peluncuran produk berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam skala nasional.

"Perusahaan operator telekomunikasi berada pada posisi yang ideal untuk mendorong adopsi AI ke masyarakat yang lebih luas. Terutama karena mereka memiliki basis pengguna yang besar, merek tepercaya, serta distribusi infrastruktur yang matang sebagai fondasi penting dalam meluncurkan produk AI untuk skala nasional," ujar CEO Yandex Search International Alexander Popovskiy.

Inisiatif bertajuk "AI untuk Operator Telekomunikasi" tersebut menawarkan tiga skema kerja sama bagi para operator.

Operator dapat mengintegrasikan layanannya ke produk AI Yandex, mengadopsi teknologi Yandex ke ekosistem mereka, atau meluncurkan produk AI mandiri menggunakan teknologi Yandex dengan identitas merek sendiri.

Melalui solusi ini, operator telekomunikasi bisa mempercepat pengembangan layanan seperti dukungan pelanggan otomatis, asisten virtual, hingga layanan mandiri yang lebih intuitif.

Yandex menyebut langkah ini sangat relevan dengan kondisi pasar Indonesia saat ini yang menunjukkan tingkat adopsi AI sangat tinggi dalam keseharian masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat adopsi AI di Indonesia mencapai 92 persen dan menegaskan AI sebagai salah satu pilar produktivitas nasional.

Yandex menilai perusahaan telekomunikasi yang memiliki pengetahuan mendalam tentang pasar lokal mampu menghadirkan produk AI yang lebih personal dibandingkan layanan global.

Alexander menambahkan bahwa operator telekomunikasi sudah memiliki modal dasar berupa jutaan pelanggan dan infrastruktur yang memadai untuk menjangkau masyarakat luas.

"Mereka hanya perlu perangkat yang tepat serta keahlian yang kami miliki setelah bertahun-tahun dalam membangun kapasitas teknologi berbasis AI," katanya.

 

Terkini