Mendiktisaintek Perkuat Kemitraan Riset Berkelanjutan dengan Australia

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44:32 WIB
Kerja Sama Pendidikan RI Australia.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menerima kunjungan kehormatan delegasi Australia untuk memperkuat kemitraan strategis riset dan pendidikan tinggi.

Melalui keterangan resminya, Mendiktisaintek mengungkapkan kolaborasi kedua negara ini memiliki andil besar dalam memajukan talenta Indonesia lewat berbagai program pendidikan dan beasiswa.

"Pada dasarnya kami ingin membangun kemitraan yang lebih erat dengan universitas-universitas Australia agar mampu menghasilkan pendidikan dan penelitian berkelas dunia, sekaligus memperkuat kapasitas inovasi dan daya saing Indonesia," katanya.

Menteri Brian mengharapkan integrasi yang padu antara pendidikan tinggi, riset, dan inovasi dengan merangkul banyak pemangku kepentingan mampu membuahkan hasil nyata bagi publik ke depan.

Dirinya membeberkan beberapa fokus utama pembangunan nasional yang memerlukan sokongan sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, terutama ketahanan energi, ketahanan pangan, manajemen sumber daya alam, hingga hilirisasi industri.

"Pada sektor energi, Indonesia mendorong penguatan kemandirim energi nasional melalui pengembangan teknologi energi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan, serta peningkatan pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk mendukung transisi energi," ujarnya.

Merespons hal itu, Chief Scientist Australia Tony Haymet menyebutkan ada banyak peluang terbuka untuk memperkokoh kerja sama di bidang sains, riset, dan inovasi kedua negara.

Kolaborasi tersebut mencakup penguatan infrastruktur riset, penambahan investasi penelitian dan pengembangan (R&D), hilirisasi riset, serta pemantapan relasi perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah.

Dirinya juga menekankan komitmen kuat pada program pendidikan lewat Australia Awards Scholarships yang mengucurkan lebih dari 760 beasiswa per tahun untuk mahasiswa Indonesia.

Beasiswa tersebut juga mengalokasikan 10 program pascasarjana yang dikhususkan bagi kepala sekolah serta guru Sekolah Garuda.

Kedua belah pihak diketahui turut mengulas rancangan baru program Australia Awards pasca 2027 untuk memperlebar cakupan beasiswa dan memperkukuh relasi kelembagaan sesuai fokus strategis kedua negara.

Bukan hanya itu, kedua negara membicarakan peluang kehadiran para ilmuwan tersohor Australia, termasuk peraih Nobel, pada ajang ilmiah dan konferensi internasional di Indonesia untuk memperluas koneksi akademik.

Kedatangan Chief Scientist Australia ini menjadi bagian dari misi mempererat diplomasi sains kedua negara lewat dialog kebijakan, transfer ilmu, dan penjajakan kerja sama riset strategis.

 

Terkini