AFTECH Catat Akumulasi Penyaluran Pinjaman Daring Rp1.388 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:36:01 WIB
Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengumumkan total akumulasi penyaluran pinjaman daring (pindar) nasional yang bergerak positif.

JAKARTA - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengumumkan total akumulasi penyaluran pinjaman daring (pindar) nasional yang bergerak positif. Hingga saat ini, total dana yang dialokasikan melalui platform finansial tersebut telah melampaui angka Rp1.388 triliun.

Infrastruktur keuangan digital ini juga tercatat berhasil memberikan layanan pembiayaan secara produktif kepada lebih dari 169 juta peminjam (borrower) aktif yang tersebar di berbagai wilayah domestik.

"Ada ketidakseimbangan narasi yang perlu dikoreksi, salah satunya tentang jutaan borrower yang berhasil tidak pernah jadi berita. Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto.

AFTECH merincikan sekitar 38 persen hingga 40 persen dari total keseluruhan penerima dana pinjaman merupakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang baru pertama kali memperoleh akses pembiayaan.

Di samping itu, kinerja industri ini dinilai cukup sehat karena lebih dari 90 persen borrower tercatat patuh memenuhi kewajiban pembayaran dana pinjaman mereka secara tepat waktu sesuai perjanjian kontrak.

Menurut pandangan Firlie, industri pindar tidak hanya sekadar berfungsi sebagai lembaga penyalur dana taktis, melainkan menjadi pintu gerbang bagi masyarakat unbanked untuk masuk ke dalam ekosistem keuangan formal.

Banyak lapisan masyarakat yang menggunakan fasilitas pinjaman ini untuk menambah modal kerja, menjaga stabilitas arus kas bisnis harian, hingga mencukupi pos biaya pendidikan keluarga mereka.

Guna menjaga stabilitas kepercayaan publik, AFTECH memastikan seluruh pelaku pindar di bawah naungannya wajib menerapkan asas tata kelola yang ketat, transparan dalam aspek biaya, serta menjamin perlindungan konsumen.

"Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif, tetapi juga menjadi mitra aktif bagi anggota dalam membangun kepercayaan kepada pengguna, regulator, dan masyarakat luas," ujar Firlie.

Pada level operasional platform, dampak dari program pembiayaan ini dinilai jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai nominal dana yang disalurkan ke masyarakat pelaku usaha.

Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo menambahkan, pihaknya melihat banyak pengguna yang awalnya meminjam dana untuk menambah persediaan stok warung kecil, kini usahanya berkembang hingga mampu merekrut pekerja.

Pandangan senada turut diutarakan oleh Direktur Sahabat Mikro Fintek (Samir) Yonathan Gautama, yang menilai pembiayaan awal bagi masyarakat bawah sanggup memicu dampak domino ekonomi lokal yang masif.

Dampak berganda tersebut meliputi penyerapan tenaga kerja baru di daerah hingga peningkatan produktivitas rantai pasok lokal yang menggerakkan roda ekonomi wilayah setempat secara berkelanjutan.

Saat ini AFTECH secara resmi menaungi sembilan entitas penyelenggara pindar aktif yang meliputi platform Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai.

Seluruh jajaran platform finansial tersebut dipastikan beroperasi legal di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memegang komitmen penuh untuk menerapkan prinsip tata kelola yang bertanggung jawab.

Terkini