JAKARTA - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) membukukan kinerja operasional dan keuangan yang positif sepanjang 2025 dengan capaian produksi migas dan pengurangan emisi yang melampaui target perusahaan.
Hasil tersebut menjadi modal bagi PEPC untuk mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat komitmen transisi energi dan keberlanjutan pada 2026 mendatang.
"Pencapaian tahun ini merupakan hasil kerja keras seluruh pekerja PEPC yang mampu beradaptasi dalam setiap perubahan dinamika yang terjadi. Ini adalah bukti bahwa ketangguhan organisasi kami bukan hanya diukur dari angka produksi, tetapi dari kemampuan kami untuk terus bergerak maju di tengah tantangan," ujar Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Ruby Mulyawan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025, PEPC melaporkan realisasi produksi minyak mencapai 70,035 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 299,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Total lifting migas tercatat sebesar 94,349 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), sekaligus mempertegas peran perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Di bidang lingkungan, perusahaan berhasil menurunkan emisi sebesar 13,19 kiloton CO2 ekuivalen, melampaui target yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Pada saat yang sama, PEPC juga membukukan laba positif yang mencerminkan solidnya fundamental bisnis dan efektivitas strategi operasional yang dijalankan sepanjang tahun.
Pencapaian lain yang menjadi sorotan adalah aspek keselamatan kerja. Sejak 2017 hingga 2025, PEPC berhasil mencatatkan 70.111.623 jam kerja selamat di lapangan.
Hal tersebut menunjukkan kuatnya penerapan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Komisaris Utama PEPC Taufan Hunneman mengapresiasi capaian tersebut di tengah tantangan geopolitik global yang masih berlangsung hingga saat ini.
Menurutnya, kinerja positif perusahaan mencerminkan sinergi yang kuat antara pekerja, manajemen, dan pemegang saham dalam mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional.
Selain fokus pada operasi hulu migas, PEPC juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi warga sekitar.
Pada sektor ekonomi, program Wirausaha Muda Mandiri Berdikari dan UMKM Naik Kelas telah melibatkan 15 kelompok mitra binaan dengan total penerima manfaat mencapai 3.636 orang.
Sementara pada bidang lingkungan, perusahaan menjalankan program Biru Langit JTB yang mencakup pengurangan emisi, pengelolaan limbah, serta konservasi hutan.
Di bidang sosial, PEPC menjalankan program pencegahan stunting, peningkatan akses pendidikan, pemberdayaan penyandang disabilitas, hingga penguatan kesiapsiagaan bencana.
Memasuki 2026, PEPC menetapkan tiga fokus strategis utama, yakni optimalisasi produksi dan cadangan migas melalui percepatan pengembangan lapangan.
Lalu fokus berikutnya adalah percepatan transisi energi melalui pengurangan emisi gas rumah kaca serta penguatan program pemberdayaan masyarakat.
Kinerja positif tersebut turut diperkuat oleh tata kelola perusahaan yang baik dengan perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen.