KAI Sebut Kereta Api Barang Berhasil Tekan Biaya Logistik Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 | 00:27:31 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero).

JAKARTA - Otoritas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero konsisten mematangkan peran strategis angkutan kereta api barang demi mereduksi beban efisiensi sektor logistik di Indonesia. 

Langkah ini dinilai efektif lantaran moda kereta api barang sanggup menjembatani sentra produksi, wilayah industri, dermaga pelabuhan, hingga pusat logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan selama bulan Januari hingga Mei 2026, KAI telah melayani 26.486.417 ton barang menggunakan kereta api barang. Volume tersebut terdiri dari batu bara 21.563.901 ton, petikemas 2.428.471 ton, BBM 1.096.998 ton, semen dan klinker 977.983 ton, perkebunan 268.728 ton, retail 48.684 ton, serta komoditas lainnya 101.652 ton.

Anne memaparkan, lewat perolehan angka tersebut, angkutan kereta api barang terbukti memegang andil krusial dalam memelihara stabilitas distribusi aneka kebutuhan primer, mulai dari sektor energi, pasokan bahan baku industri, komponen material konstruksi, hingga komoditas konsumsi warga.

“Kereta api barang membantu membuat biaya distribusi lebih efisien karena mampu melayani volume besar dalam satu perjalanan. Bagi dunia usaha, biaya distribusi yang lebih terkendali dapat membantu menjaga harga barang. Bagi masyarakat, rantai pasok yang lancar dapat mendukung harga yang lebih stabil,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Anne memberikan penekanan bahwa kontribusi dari kereta api barang sanggup memotong anggaran logistik. Pasalnya, di kala biaya logistik melonjak tinggi, maka banderol harga barang di pasaran otomatis akan ikut terkerek naik. Ketika biaya logistik dapat ditekan, para pelaku usaha mengantongi ruang yang lebih longgar guna mengawal kestabilan harga agar tetap kompetitif.

“Angka ini menunjukkan bahwa logistik bukan urusan industri saja. Ketika biaya distribusi turun, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Pelaku usaha bisa lebih efisien, harga barang lebih terjaga, dan daya beli masyarakat dapat ikut terdorong,” kata Anne.

Manajemen KAI terus memacu optimalisasi dari unit layanan kereta api barang melalui langkah pembenahan sistem operasi, peningkatan aspek keandalan sarana beserta prasarana, hingga perluasan kemitraan strategis dengan para klien korporasi serta pelaku logistik. 

Rentetan program ini ditujukan agar distribusi barang kian terjadwal, konsisten, ekonomis, serta mampu mendongkrak daya saing dunia industri tanah air.

“Investasi pada logistik berbasis rel adalah investasi untuk daya saing Indonesia. Semakin besar barang yang dapat dilayani melalui kereta api secara efisien, semakin besar peluang Indonesia menekan biaya logistik, memperkuat industri, dan menjaga daya beli masyarakat,” tutup Anne.

Terkini