Potensi Lapangan Kerja Hijau Diproyeksi Tembus 3,88 Juta Orang 2026

Senin, 22 Juni 2026 | 20:04:02 WIB
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi.

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) lewat laporan "Outlook Ketenagakerjaan 2026" memperkirakan potensi jumlah pekerjaan hijau (green jobs) di Indonesia mampu menyentuh angka 3,88 juta orang pada 2026.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi berpendapat peluang ini muncul seiring kebijakan hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang tumbuh pesat, ekspansi energi baru terbarukan (EBT), adopsi ekonomi sirkular, tren kendaraan listrik, hingga modernisasi pabrik.

“Peluang kerja yang tercipta dari hilirisasi dan ekonomi hijau harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan keterampilan menjadi faktor yang sangat penting,” ujar Anwar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Lebih mendalam, ia mengutarakan bahwa pergeseran wajah ketenagakerjaan pada abad ke-21 ini juga ikut dipicu oleh rupa-rupa faktor global, mulai dari kemajuan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi mesin, digitalisasi masif, sampai tuntutan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia berada pada momentum penting untuk mentransformasi pasar kerja menuju struktur yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Anwar.

Guna mengoptimalkan celah di sektor ekonomi ramah lingkungan tersebut, ia menjelaskan Kemnaker konsisten memacu penguatan sistem pembinaan kompetensi nasional lewat skema link and match antara balai latihan kerja vokasi dengan keperluan riil sektor industri.

Di sudut lain, ia menyampaikan bahwa dokumen “Outlook Ketenagakerjaan 2026” diproyeksikan mampu menjadi rujukan baku untuk pihak otoritas, sektor korporasi, kalangan akademisi, serta pemangku kebijakan strategis lainnya dalam merajut langkah taktis ke depan.

Tindakan ini, sambungnya, diposisikan sebagai ikhtiar matang demi memperkokoh daya saing para pekerja tanah air sekaligus melahirkan iklim pasar kerja yang jauh lebih kokoh, produktif, serta berwawasan lingkungan jangka panjang.

“‘Outlook Ketenagakerjaan 2026’ memberikan gambaran mengenai peluang, tantangan, serta arah kebijakan yang perlu ditempuh untuk memperkuat ketahanan pasar kerja nasional,” kata Anwar.

Terkini