Alasan Medis Mata Otomatis Menutup Saat Seseorang Bersin

Rabu, 24 Juni 2026 | 22:27:01 WIB
Ilustrasi Sedang Bersin.

JAKARTA - Pernahkah Anda memikirkan alasan di balik fenomena kelopak mata yang hampir senantiasa menutup rapat secara spontan sewaktu sedang bersin?

Bahkan, sebagian lapisan masyarakat meyakini sebuah anggapan lama bahwa organ bola mata berisiko terlepas jika bersin dipaksakan dalam kondisi mata terbuka.

Walau terkesan sangat mengerikan, asumsi populer tersebut dipastikan hanyalah sebatas cerita mitos belaka yang tidak memiliki landasan bukti ilmiah.

Sejumlah hasil kajian ilmiah memaparkan bahwa tindakan memejamkan mata sewaktu bersin merupakan bagian dari reaksi refleks alami yang digerakkan oleh sistem organ tubuh.

Merujuk pada ulasan Mayo Clinic, aktivitas bersin dikategorikan sebagai salah satu bentuk reaksi refleks otonom tubuh manusia atau autonomic reflex.

Ketika bagian sensor hidung mendeteksi kehadiran zat iritan, organ otak akan segera meneruskan instruksi stimulus ke jajaran otot, termasuk otot kelopak mata.

Melalui mekanisme tersebut, proses memejamkan mata sewaktu bersin berlangsung secara otomatis tanpa bisa dikendalikan ataupun disengaja secara sadar oleh individu.

Pada waktu seseorang bersin, sistem internal tubuh sesungguhnya tengah mengeksekusi serangkaian alur respons biologis yang tergolong cukup rumit dan kompleks.

Momentum bersin ini melibatkan jalinan koordinasi kilat antara jaringan saraf wajah, otot dada, area tenggorokan, hingga otot kelopak mata.

Tatkala pusat saraf mengirimkan komando untuk bersin, salah satu paket dari reaksi otonom tersebut adalah memicu kelopak mata untuk menutup.

Berdasarkan publikasi Healthline, pola refleks menutup mata sewaktu bersin memang telah tertanam kuat di dalam struktur sistem saraf manusia.

Atas dasar alasan biologis tersebut, mayoritas individu akan menemui tingkat kesulitan tinggi untuk memaksa kelopak mata tetap terbuka lebar saat bersin.

Kendati demikian, secara kajian teknis medis, manusia sebetulnya masih dimungkinkan untuk bersin dalam kondisi kelopak mata yang tetap terbuka.

Hanya saja, untuk melakukan hal tersebut, seseorang diwajibkan mampu menahan dorongan dari reaksi alami tubuh yang secara otomatis ingin memejamkan mata.

Salah satu cerita bohong paling populer di tengah masyarakat adalah bola mata dapat meloncat keluar jika bersin dilakukan dengan mata terbuka.

Pihak Mayo Clinic memberikan konfirmasi tegas bahwa asumsi ekstrem yang beredar luas di lingkungan sosial tersebut sama sekali tidak benar.

Daya dorong udara sewaktu bersin memang terhitung kuat, namun energinya tidak akan sanggup mendepak bola mata keluar dari rongga kepala.

Organ bola mata manusia akan tetap tertahan secara kokoh di posisinya berkat sokongan kuat dari otot ekstraokular beserta jaringan pelindung sekitarnya.

Walau pola mekanismenya belum terkuak secara mutlak, beberapa riset menduga reaksi memejamkan mata ini berkaitan erat dengan proteksi organ penglihatan.

Ketika bersin terjadi, tubuh akan menyemburkan kumpulan udara bersama partikel kotor bertekanan tinggi keluar melalui saluran hidung dan mulut.

Aktivitas memejamkan kelopak mata diproyeksikan berfungsi mencegah partikel kuman atau zat iritan berisiko memantul dan masuk kembali ke area mata.

Asumsi teori ini dinilai cukup logis mengingat esensi dari bersin adalah cara mekanis tubuh membuang benda asing dari saluran pernapasan.

Meskipun begitu, sampai dengan masa sekarang belum tersedia satu kesimpulan teori tunggal yang benar-benar definitif dalam menjabarkan fenomena ini.

Terkini