Tips Ampuh Meningkatkan Nafsu Makan Sehat Menurut Ahli Gizi 2026

Kamis, 25 Juni 2026 | 21:05:01 WIB
Ilustrasi Tidak Nafsu Makan.

JAKARTA – Pemenuhan gizi seimbang dapat tercapai secara optimal asalkan jenis hidangan yang dikonsumsi sudah tepat. Namun, dalam sejumlah situasi tertentu, seseorang kerap kehilangan selera makan hingga mengalami kendala dalam mencukupi kebutuhan nutrisi harian mereka.

Kondisi penurunan gizi ini memicu timbulnya urgensi untuk menerapkan pola makan yang sehat. Terdapat beberapa metode strategis yang dapat diaplikasikan guna mendongkrak gairah makan tanpa perlu khawatir memicu penimbunan lemak berlebih.

Anjloknya selera makan secara berkepanjangan berpotensi membawa dampak buruk bagi tingkat kebugaran seseorang. Saat tubuh kekurangan pasokan zat esensial, fungsi organ internal tidak dapat berjalan normal sehingga sistem imun rentan melemah.

Melansir data dari GoodRX, hilangnya rasa lapar disebabkan oleh akumulasi faktor internal maupun eksternal. Beberapa pemicu utamanya meliputi serangan penyakit ringan seperti gejala flu, sakit kepala, hingga penyakit kronis.

Selain itu, faktor cedera fisik, efek samping konsumsi jenis obat tertentu, fluktuasi emosional, stres, hingga perubahan kondisi lingkungan turut andil dalam menekan sinyal lapar. Penanganan yang tidak tepat berisiko memicu penurunan berat badan secara drastis atau malnutrisi.

Oleh karena itu, jajaran pakar kesehatan merumuskan panduan taktis guna mengembalikan pola makan yang ideal. Langkah pertama yang disarankan adalah mengubah ritme konsumsi melalui pemotongan porsi hidangan.

Apabila biasanya seseorang menyantap makanan dalam porsi besar sebanyak tiga kali sehari, ubahlah menjadi lima hingga enam porsi kecil. Strategi ini efektif dalam meringankan kerja sistem pencernaan tanpa memicu rasa mual.

Langkah kedua yakni memprioritaskan kurasi menu yang kaya akan kandungan zat gizi esensial. Saat nafsu makan memburuk, mayoritas orang cenderung melirik jenis camilan tidak sehat yang tinggi kalori namun minim nutrisi.

Hidangan minim zat makanan seperti aneka permen, keripik, es krim, ataupun kue kering sebaiknya dihindari. Cobalah beralih ke menu alternatif berupa yogurt dengan taburan buah beri segar, atau olahan telur orak-arik kaya protein.

Langkah ketiga adalah menyiasati penambahan nilai kalori pada hidangan utama guna mendongkrak suplai energi tubuh. Pengayaan kalori tersebut dapat memanfaatkan bahan alami seperti mentega, selai kacang murni, minyak zaitun, atau susu sapi segar.

Sebagai contoh teknis, proses pembuatan bubur gandum (oatmeal) yang semula menggunakan air mineral bisa diganti dengan susu murni berukuran 237 ml. Formulasi ini mampu memberikan pasokan kalori ekstra sebesar 149 kalori.

Langkah keempat adalah dengan menyusun jadwal makan secara konsisten dan teratur setiap harinya. Pada kondisi normal, organ tubuh secara otomatis akan memancarkan sinyal lapar saat jam krusial tiba.

Namun, alarm biologis tersebut umumnya tidak berfungsi dengan baik pada individu yang sedang mengalami gangguan selera makan. Guna menyiasatinya, jangan mengandalkan rasa lapar, melainkan buatlah pengingat waktu makan melalui alarm ponsel.

Langkah kelima yang tidak kalah krusial adalah dengan mewajibkan aktivitas sarapan di pagi hari secara rutin. Berdasarkan studi ilmiah, melewatkan sarapan terbukti memicu penurunan volume makan seseorang di sepanjang sisa hari.

Riset lain turut mengonfirmasi bahwa kebiasaan melewatkan jam makan berisiko memangkas total pasokan kalori harian. Dampak jangka panjangnya akan menurunkan kualitas diet dan merusak metabolisme tubuh.

Langkah keenam adalah dengan melakukan penyesuaian berupa pembatasan asupan makanan yang mengandung serat tinggi. Melansir laporan dari Healthline, menu berserat memang sangat disarankan untuk program diet seimbang.

Namun, bagi individu yang sedang menggenjot nafsu makan, pangan berkarakteristik rendah serat justru jauh lebih direkomendasikan. Pola ini membantu lambung agar tidak cepat kenyang sehingga volume makan harian meningkat.

Langkah ketujuh adalah dengan selektif dalam memilih varian camilan atau makanan selingan di antara jam makan berat. Kudapan ringan ini diposisikan sebagai instrumen pelengkap nutrisi, bukan sebagai menu pengganti makanan inti.

Masyarakat disarankan memilih jenis camilan fungsional yang padat akan kandungan vitamin dan mineral makro. Beberapa opsi terbaik yang aman dikonsumsi meliputi buah-buahan segar, protein bar, granola, yogurt, serta kacang-kacangan.

Terkini