Dokter Jelaskan Ciri Sakit Kepala Berbahaya yang Harus Diperiksa

Selasa, 30 Juni 2026 | 04:17:31 WIB
Ilustrasi Sakit Kepala.

JAKARTA — Sakit kepala merupakan keluhan umum yang dialami masyarakat dengan beragam penyebab, mulai dari kurang tidur, stres, hingga ketegangan otot.

Namun, dalam beberapa kondisi, sakit kepala dapat menjadi indikasi adanya gangguan serius di dalam tubuh, salah satunya adalah tumor otak.

Sangat penting untuk memahami perbedaan antara sakit kepala biasa dengan keluhan yang memerlukan penanganan medis secara segera oleh tenaga profesional.

Dokter spesialis bedah saraf, Dr. Dhira Atman, menegaskan bahwa sakit kepala yang muncul secara persisten dan intensitasnya meningkat tidak boleh diabaikan begitu saja.

"Deteksi dini penting, jadi ketika penderita merasakan gejala terus menerus dan semakin parah, seharusnya langsung dibawa ke rumah sakit untuk dicek, jadi semua terdeteksi," ungkap Dr. Dhira.

Ia menjelaskan, gejala yang patut dicurigai adalah rasa nyeri yang tidak kunjung membaik, menetap lebih dari satu bulan, serta terjadi hampir setiap hari.

Apabila sakit kepala tersebut tidak memberikan respon positif meski penderita sudah mengonsumsi obat-obatan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Tenaga medis nantinya akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik guna menentukan apakah pasien memerlukan tes pencitraan seperti CT Scan atau MRI.

Pemeriksaan pencitraan tersebut hanya dilakukan berdasarkan indikasi medis untuk melihat kondisi struktur otak secara lebih akurat dan detail.

Jika hasil pemindaian normal, penderita bisa lebih tenang karena kemungkinan besar nyeri tersebut disebabkan oleh migrain atau faktor nonstruktural lainnya.

Namun, jika ditemukan indikasi adanya tumor, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna menentukan ukuran, lokasi, serta karakteristik tumor tersebut.

Langkah ini dilakukan agar tim medis dapat menentukan metode terapi yang paling sesuai, baik melalui tindakan operasi maupun penanganan lainnya.

Dr. Dhira menekankan bahwa deteksi dini sangat krusial untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan sebelum terjadi kerusakan lebih lanjut pada jaringan otak.

Terkini