BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jawa Barat Terjadi Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 21:42:31 WIB
Hampir Separuh Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengumumkan bahwa hampir sebagian dari total wilayah Jabar kini telah mengawali musim kemarau. 

Sampai dengan fase dasarian II Juni 2026, tercatat ada 20 zona musim di area Jabar yang mulai dilanda kemarau, di mana titik puncaknya diproyeksikan bakal berlangsung pada Agustus 2026.

Pelaksana Tugas Kepala (Plt) Stasiun Klimatologi BMKG Jabar, Edi Wibowo, memaparkan bahwa cakupan wilayah yang sudah berada dalam masa kemarau tersebut di antaranya meliputi Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran, serta Kabupaten Bandung.

"Berdasarkan update terakhir yang kami terima dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat, yaitu dasarian 2 Juni 2026, itu di Jawa Barat ini sudah sebanyak 20 zona musim yang sudah menghasilkan musim kemarau," ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/7/2026).

Menurut pengamatannya, masa kemarau pada periode tahun ini diestimasikan bergulir dalam rentang waktu yang lebih panjang akibat adanya pengaruh implikasi dari fenomena El Nino berkadar moderat hingga kuat.

"Berlangsung lebih lama, kalau sesuai dengan prediksi awal kemarin, memang ini ada pengaruh El Nino moderat sampai kuat. Kemungkinan musim keringnya itu itu lebih panjang," katanya.

Walau demikian, instansi BMKG menegaskan bakal terus mengobservasi dinamika perubahan pada lapisan atmosfer karena proyeksi cuaca berpeluang terus bergeser menyelaraskan pergerakan kondisi alam yang fluktuatif.

"Tapi nanti kami akan lihat perkembangannya lagi juga ya dengan kondisi dinamisnya, seperti apa kondisi atmosfernya," tutur Edi.

Di sisi lain, kawasan Utara Jawa Barat diproyeksikan bakal mengalami tingkat kekeringan yang paling kentara, seperti area Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Majalengka, serta Cirebon, yang diposisikan sebagai wilayah dengan risiko kekeringan paling tinggi.

Sementara itu, untuk zona Bandung Raya, curah hujan diestimasikan baru mulai mengguyur pada penghujung September atau memasuki Oktober sebagai indikator datangnya siklus masa transisi pergantian musim.

"Oktober itu sebetulnya sudah ada masuk ke peralihan gitu, sudah muncul hujan di September akhir atau di awal Oktober untuk di Bandung Raya," ucap Edi.

Edi menguraikan, salah satu indikator menonjol dari puncak masa kemarau yakni adanya selisih rentang suhu yang terbilang mencolok antara waktu siang dan malam hari. 

Merujuk pada catatan pantauan BMKG untuk wilayah Kota Bandung sepanjang Juni 2026, titik suhu terendah menyentuh angka 18 derajat Celsius, sedangkan untuk level suhu tertinggi menembus posisi 33 derajat Celsius.

Terkini