Esa Medika Mandiri Tetapkan Harga IPO Rp470 per Saham

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:09:51 WIB
Booth stand PT Esa Medika Mandiri Tbk.

JAKARTA - Calon emiten yang bergerak di sektor kesehatan, PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI), secara resmi telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di angka Rp470 per saham.

Melalui pelaksanaan aksi korporasi strategis tersebut, pihak perseroan memiliki potensi besar untuk meraup suntikan dana segar senilai kurang lebih Rp245,74 miIiar.

Merujuk pada dokumen prospektus yang dipublikasikan pada harian Bisnis Indonesia, EMMI bakal melepas sebanyak 522,857 juta lembar saham baru atau setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Dengan patokan harga pelaksanaan sebesar Rp470 per lembar saham, maka nilai akumulasi dari penawaran umum perdana ini ditaksir menyentuh angka Rp245,74 miIiar.

Berdasarkan jadwal, masa penawaran umum bakal berlangsung pada 2 hingga 6 Juli 2026, yang kemudian diikuti oleh proses penjatahan saham pada tanggal 6 Juli 2026.

Selanjutnya, tahapan distribusi saham secara elektronik akan digulirkan pada 7 Juli 2026, dan pencatatan resmi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 8 Juli 2026.

Dalam memuluskan aksi korporasi ini, PT BRI Danareksa Sekuritas bersama PT INA Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek lewat skema full commitment.

Sementara itu, posisi penjamin emisi efek dipercayakan kepada pihak PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. serta PT Investindo Nusantara Sekuritas.

Seluruh dana segar yang didapatkan dari hasil IPO, usai dikurangi ongkos emisi, akan dialokasikan guna memperkokoh struktur permodalan internal serta mengawal agenda ekspansi niaga perseroan.

Secara rinci, dana senilai Rp50 miIiar bakal diplot khusus untuk melunasi sebagian dari pokok pinjaman yang dimiliki oleh pihak perseroan.

Selanjutnya, sekitar 6,4 persen dari total dana bakal digunakan untuk menyokong belanja modal berupa proyek pembangunan infrastruktur gedung pabrik baru di daerah Cikupa.

Adapun sisa dana sekitar 72,3 persen akan dimanfaatkan sebagai modal kerja operasional, terkhusus bagi keperluan belanja logistik proyek serta pengadaan stok bahan baku perlengkapan.

Dari aspek performa finansial, EMMI menorehkan grafik kenaikan yang konsisten selama rentang periode tiga tahun akuntansi terakhir.

Catatan penjualan bersih perusahaan merosot naik dari semula Rp172,98 miIiar pada 2023, melonjak ke angka Rp384,93 miIiar pada 2024, dan berhasil bertengger di posisi Rp454,64 miIiar pada 2025.

Selaras dengan pertumbuhan omzet, perolehan laba bersih korporasi turut melesat tajam dari Rp939,42 juta pada 2023 menjadi Rp11,01 miIiar pada 2024, sebelum menyentuh Rp34,13 miIiar pada 2025.

Pasca-agenda IPO dan eksekusi program ESA selesai dilakukan, komposisi kepemilikan saham oleh publik diproyeksikan bakal berada di kisaran 29,7 persen.

Di sisi lain, figur Surya Gunawan Widjaja dipastikan tetap menguasai porsi kepemilikan saham terbesar di dalam internal perseroan dengan total kepemilikan mencapai 21,1 persen.

Berikutnya disusul oleh Andrew Ignatius Widjaja sebesar 16,4 persen, Florian Chris Widjaja 11,2 persen, Andrian Matthew Widjaja 11,2 persen, serta Eddy Lie dengan porsi 10,2 persen.

Secara akumulatif, struktur modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan merangkak naik dari posisi awal 1,22 miIiar saham menjadi 1,74 miIiar saham usai IPO.

Rangkaian Jadwal IPO PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI):

Masa Penawaran Umum: 2–6 Juli 2026

Tanggal Penjatahan: 6 Juli 2026

Tanggal Distribusi Saham: 7 Juli 2026

Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 8 Juli 2026

Terkini