Penjualan Langgeng Makmur Tembus Rp472 Miliar Didorong Sektor Ekspor

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:33:32 WIB
Ilustrasi pipa plastik PT Langgeng Makmur Industri Tbk.

JAKARTA - Emiten yang memproduksi komoditas peralatan rumah tangga sekaligus pipa plastik, PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI), sukses menorehkan total penjualan senilai Rp472 miliar sepanjang tahun buku 2025.

Direktur LMPI, Kosasih Koenawan, mengatakan performa tersebut mengalami koreksi sebesar 9,51% dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang senilai Rp521 resmi.

“Penurunan total omzet dipicu oleh melambatnya penyerapan pasar domestik. Penjualan domestik perseroan tercatat turun 9,74% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp519 miliar menjadi Rp469 resmi pada 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (1/7/2026).

Secara sektoral, pelemahan di pasar dalam negeri bersumber dari divisi peralatan dapur berbahan aluminium yang terkoreksi 7,24 persen secara tahunan menjadi Rp238 miliar.

Tren penurunan tersebut diikuti oleh divisi peralatan rumah tangga plastik yang menyusut ke angka Rp96 resmi, serta divisi pipa, fitting, dan profil yang anjlok 10,54 persen secara tahunan ke level Rp129 miliar.

"Kendati pasar domestik melandai, perseroan sukses mencetak lonjakan signifikan pada ceruk pasar internasional. Penjualan ekspor LMPI meroket 42,44% YoY dari US$0,144 juta pada 2024 menjadi US$0,190 juta pada tahun 2025, dengan fokus negara tujuan ke kawasan Asia termasuk Timur Tengah dan Australia," ujarnya.

Memasuki periode kuartal I 2026, LMPI mulai memperlihatkan sinyal pemulihan bisnis yang positif setelah berhasil mengantongi nilai penjualan bersih akumulatif sebesar Rp69 miliar.

Hasil perolehan dana ini setara dengan mengamankan sekitar 14,6 persen dari total realisasi penjualan yang dibukukan pada tahun sebelumnya.

Secara lebih detail, omzet kuartal pertama tahun ini disokong oleh divisi peralatan dapur aluminium sebesar Rp23 miliar, sedangkan divisi peralatan rumah tangga plastik dan divisi pipa masing-masing menyumbang Rp26 miliar dan Rp20 resmi.

Pihak manajemen tetap memelihara rasa optimistis dalam membidik target pertumbuhan ke depan karena besarnya potensi pasar produk konsumen serta sektor infrastruktur di tanah air.

"Potensi pasar produk PVC dan PE sangat besar, terutama didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah yang membutuhkan saluran air bersih, irigasi, serta saluran air rumah tangga dari sektor swasta," ujarnya.

Di tengah atmosfer optimisme ekspansi usaha tersebut, jajaran manajemen LMPI tetap memberikan catatan khusus pada beberapa risiko makroekonomi luar negeri yang wajib diantisipasi ketat pada semester II 2026.

"Faktor risiko utama meliputi dampak eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah serta penutupan jalur logistik Selat Hormuz. Konflik tersebut memicu fluktuasi tajam pada harga minyak bumi internasional yang berimbas langsung pada pergerakan harga pokok bahan dasar produksi plastik dan pipa fitting," katanya.

Di samping itu, tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta ketatnya persaingan dagang untuk komoditas produk plastik di pasar regional turut menjadi tantangan struktural bagi perseroan.

Demi mempertahankan besaran pangsa pasar, perseroan langsung mengimplementasikan delapan strategi usaha taktis guna membentuk keunggulan kompetitif yang kuat.

Langkah fundamentalnya mencakup efisiensi pengeluaran biaya di seluruh lini perusahaan, agenda peremajaan mesin produksi, serta optimalisasi tingkat utilisasi aset eksternal.

Berikutnya, perusahaan mengombinasikan strategi inovasi dan diversifikasi produk dengan penguatan jalur komunikasi pelanggan guna menangkap pergeseran selera konsumen secara berkelanjutan.

"Langkah ini dibarengi penjajakan kemitraan strategis baru dengan pelanggan potensial di sektor industri guna mengamankan volume penjualan jangka panjang," tuturnya.

Terkini