Mengenal 7 Cara Atasi Parenting Burnout bagi Orang Tua yang Lelah

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:40:02 WIB
Ilustrasi Orang Tua Lelah Ke anak anak.

JAKARTA - Ketika didera rasa lelah yang amat sangat, orang tua terkadang tanpa sengaja meluapkan emosi negatif mereka kepada buah hati.

Jika situasi ini sampai terjadi, hal tersebut bukan serta-merta menandakan bahwa Anda adalah figur orang tua yang buruk, melainkan bisa jadi Anda sedang mengalami fase parenting burnout.

Merujuk pada penjelasan pakar neurologi, Puja Aggarwal, istilah parenting burnout merepresentasikan suatu kondisi keletihan secara fisik, mental, dan spiritual akibat tekanan stres kronis selama proses mengasuh anak.

"Hal ini dapat bermanifestasi dengan menjauhkan diri secara emosional dari anak Anda atau mudah tersinggung, yaitu mudah marah," ucap Aggarwal, seperti dikutip dari Healthline.

Apabila dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, sindrom kelelahan mengasuh ini rawan merusak kesehatan mental individu, keharmonisan bersama pasangan, hingga kualitas kedekatan dengan anak.

Guna memulihkan kondisi tersebut, terdapat tujuh langkah solutif yang bisa diimplementasikan oleh orang tua demi meredam stres:

Pertama, komunikasikan secara terbuka dengan pasangan atau kerabat terdekat mengenai rasa penat yang sedang dirasakan dan sampaikan kebutuhan bantuan secara jelas sebelum emosi memuncak.

Kedua, prioritaskan pemenuhan waktu tidur yang cukup demi menjaga stabilitas emosi, di mana pemanfaatan tidur siang singkat selama 20 menit dapat membantu menyegarkan tubuh kembali.

Ketiga, belajarlah untuk bersikap lebih sabar terhadap diri sendiri dan turunkan ego untuk menjadi sosok orang tua yang sempurna karena setiap manusia pasti memiliki batas kemampuan.

Keempat, jadwalkan agenda self-care sederhana setiap hari secara konsisten, mulai dari teknik olah napas dalam selama dua menit, meditasi, hingga mandi dengan tenang sebagai sarana rileksasi.

Kelima, bangunlah jalinan koneksi singkat yang berkualitas bersama buah hati minimal selama dua menit per hari melalui pelukan hangat atau mendengarkan keluh kesah mereka tanpa distraksi.

Keenam, berlakukan batasan penggunaan gawai atau perangkat digital secara konsisten di dalam rumah guna meminimalkan potensi konflik rutin sekaligus membuat jadwal harian lebih tertata.

Ketujuh, buatlah jadwal off-duty atau waktu bebas tugas mengasuh secara berkala untuk memulihkan energi dengan melakukan aktivitas yang disenangi, atau bertukar giliran jaga dengan kerabat.

Terkini