Indeks Saham Gabungan Naik ke Level 5.695 pada Rabu Sore

Rabu, 01 Juli 2026 | 05:29:02 WIB
Ilustrasi Saham IHSG.

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mendarat di zona hijau pada akhir perdagangan Rabu (1/7/2026) sore seiring pergerakan positif bursa regional.

Performa indeks saham domestik melesat dengan kenaikan sebesar 51,93 poin atau setara 0,92 persen menuju posisi 5.695,12 pada penutupan pasar.

Apresiasi ini juga diikuti oleh indeks LQ45 selaku kelompok saham unggulan yang merangkak naik sebesar 3,64 poin atau 0,66 persen ke level 556,75.

“Menguatnya pasar bursa regional Asia turut menopang IHSG. Pasar menantikan perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Iran,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya, di Jakarta, Rabu.

Pada lingkup global, para pelaku pasar siber mengamati negosiasi diplomatik antara AS dan Iran di Doha, Qatar, meskipun mediator setempat memproyeksikan dinamika yang ketat.

Kedua negara berupaya mencari jalan keluar permanen atas tensi politik tersebut, walau pihak Iran tetap kokoh mempertahankan kuasa maritim di jalur air strategis tersebut.

Selain itu, sentimen luar negeri juga dipengaruhi oleh proyeksi pasar atas potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS menjelang rilis data ketenagakerjaan.

Dari dalam negeri, penguatan indeks didorong oleh pergerakan emiten konglomerasi di tengah rilis indikator makroekonomi domestik yang sedang mengalami tekanan.

Data menunjukkan PMI Manufaktur S&P Global Indonesia Juni 2026 terkontraksi ke level 46,9, yang menjadi titik paling rendah sejak periode Juni 2025.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat inflasi bulanan Juni 2026 berada di angka 0,44 persen mtm serta inflasi tahunan menyentuh 3,34 persen yoy.

Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh siklus musiman, harga bahan baku yang menanjak, serta penyesuaian tarif harga BBM di pasar domestik.

BPS turut memaparkan kondisi neraca perdagangan Indonesia Mei 2026 yang defisit 1,61 miliar dolar AS, mencatatkan defisit perdana dalam kurun enam tahun terakhir.

“Hal ini menunjukkan belum berdampaknya upaya menaikkan suku bunga acuannya Bank Indonesia (BI) dalam mengendalikan inflasi. Kondisi ini tentunya mendorong BI aktif dalam menjaga nilai rupiah, mengendalikan inflasi,” ujar Nico.

Berdasarkan data sektoral IDX-IC, delapan sektor saham melaju positif dengan dipimpin oleh sektor barang baku yang tumbuh sebesar 2,81 persen.

Penguatan berikutnya disusul oleh performa sektor energi yang naik 2,63 persen serta sektor infrastruktur yang terapresiasi sebesar 1,39 persen.

Sementara itu, tiga sektor terkoreksi ke zona merah dengan penurunan terdalam pada sektor transportasi dan logistik sebesar minus 0,69 persen.

Aktivitas perdagangan saham hari ini membukukan frekuensi sebanyak 1.542.000 kali transaksi dengan volume sebesar 17,06 miliar lembar senilai Rp10,26 triliun.

Secara keseluruhan, peta pergerakan saham mencatat sebanyak 391 saham bergerak naik, 263 saham mengalami penurunan, dan 305 saham stagnan.

Terkini