Belarus Ratifikasi I-EAEU FTA, Indonesia Bersiap Mengikuti

Jumat, 03 Juli 2026 | 18:18:01 WIB
Prabowo Apresiasi Belarus Telah Ratifikasi Perjanjian I-EAEU FTA [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas langkah Belarus yang telah meratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA). 

Hal itu dinyatakan Prabowo sewaktu menyampaikan keterangan pers bersama (joint press statement) dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026).

"Di bidang perdagangan kami apresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement," kata Prabowo.

Kesepakatan perdagangan bebas antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia tersebut telah disepakati secara resmi pada 21 Desember 2025 di Saint Petersburg, Rusia. Prabowo pun menyampaikan bahwa Indonesia bersiap menyusul Belarus untuk meratifikasinya.

"Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," kata Prabowo.

Sementara itu, dalam agenda kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Indonesia tersebut, diluncurkan pula peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus atau Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030.

Prabowo menegaskan bahwa peta jalan tersebut bakal menjadi landasan bagi penguatan hubungan bilateral kedua negara untuk kurun waktu lima tahun mendatang.

"Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerjasama yang lebih terarah dan konkret," kata Prabowo.

Sebagai informasi, Uni Ekonomi Eurasia, yang beranggotakan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia, menempati peringkat ke-24 sebagai tujuan ekspor sekaligus peringkat ke-15 sebagai asal impor untuk Indonesia.

Dari sudut pandang Uni Ekonomi Eurasia, Indonesia menduduki posisi strategis selaku mitra dagang terbesar ketiga di wilayah ASEAN selepas Vietnam dan Singapura.

Pada tahun 2024, keseluruhan nilai perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut menyentuh angka US$4,52 miliar, dengan rincian nilai ekspor Indonesia berada di angka US$1,89 bias dan impor sebesar US$2,63 miliar.

Kementerian Perdagangan mengumumkan, ekspor andalan Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia mencakup minyak kelapa sawit beserta produk turunannya, korundum buatan, aluminium oksida dan aluminium hidroksida, serta komoditas perkebunan layaknya kopra, kopi, dan kakao. Di sisi lain, komoditas impor didominasi oleh batu bara, pupuk kimia, gandum dan meslin, besi paduan, serta produk besi baja setengah jadi.

Terkini