MLPL Alihkan Aset Senilai 780 Miliar Rupiah ke Emiten MPPA

Jumat, 03 Juli 2026 | 00:55:32 WIB
Ilustrasi Gerai hypermart.

JAKARTA - Emiten investasi PT Multipolar Tbk. (MLPL) memutuskan untuk memindahtangankan portofolio aset miliknya dengan nilai akumulasi mencapai Rp780 miliar kepada perusahaan afiliasi, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA).

Berdasarkan lembar keterbukaan informasi, kesepakatan transaksi ini dieksekusi oleh jajaran unit usaha milik Multipolar yang mencakup PT Balaraja Sentosa, PT Citra Cito Perkasa, PT Surya Asri Lestari, PT Panca Megah Utama, serta PT Nusa Malioboro Indah.

Di sisi lain, pihak MPPA memegang peran penting bertindak selaku korporasi pembeli di dalam proyek transaksi penyerahan aset tersebut.

Manajemen MLPL memaparkan bahwa langkah alih aset ini didasari oleh agenda peninjauan berkala yang ditempuh perseroan terhadap kepemilikan portofolio, sebagai bagian dari skema manajemen investasi serta efisiensi aset demi mendukung strategi usaha.

"Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan memandang bahwa pengalihan aset melalui transaksi ini sejalan dengan strategi pengelolaan portfolio aset Perseroan," tulis manajemen Multipolar lewat keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Lebih dalam lagi, portofolio aset yang dipindahtangankan tersebut dinilai cocok dengan keperluan operasional harian sekaligus rencana ekspansi bisnis dari pihak MPPA ke depan.

Melalui skema tersebut, transaksi afiliasi ini diproyeksikan mampu melahirkan dampak positif serta manfaat bagi tiap-tiap entitas sesuai target korporasi.

Merujuk pada laporan keuangan per tanggal 31 Maret 2026, MLPL mencatatkan adanya penurunan pada pos total aset sebesar 4,57 persen year-to-date (ytd) menjadi Rp14,39 triliun dibanding raihan akhir tahun lalu sebesar Rp15,08 triliun.

Untuk pos liabilitas terpantau mengalami kenaikan sebesar 3,89 persen ytd menuju angka Rp9,13 triliun, sedangkan pos ekuitas menyusut sebesar 16,40 persen ytd menjadi Rp5,26 triliun.

Sementara itu, raihan nilai penjualan neto dilaporkan melonjak sebesar 5,22 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) hingga menyentuh angka Rp3,16 triliun.

Terakhir, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sukses menorehkan lompatan signifikan hingga sebesar 921,31 persen yoy menjadi Rp119,8 miliar.

Terkini