Bawang Goreng Jadi Kondimen Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas

Jumat, 03 Juli 2026 | 01:26:01 WIB
Ilustrasi Bawang Goreng.

JAKARTA - Bahan pelengkap hidangan atau yang kerap disebut kondimen hampir tidak pernah absen dalam setiap momen bersantap.

Situs panduan kuliner Taste Atlas baru saja mempublikasikan daftar pelengkap makanan paling prima di seluruh jagat raya.

Satu hal yang membanggakan, produk pelengkap hidangan asal Indonesia sukses menempati peringkat teratas.

Anda mungkin memiliki rekan atau anggota keluarga yang sangat ketergantungan pada jenis penyedap tertentu saat bersantap.

Tanpa kehadiran penambah cita rasa tersebut, momen makan rasanya menjadi kurang komplit, seperti halnya saus cabai, kecap manis, maupun bubuk lada.

Di berbagai penjuru bumi, terdapat beragam jenis kondimen yang jamak disimpan oleh tiap rumah tangga sebagai pelengkap meja makan.

Taste Atlas merangkum sederet bahan penyedap paling favorit, dan salah satu yang paling digemari berasal dari tanah air.

Peringkat pertama ditempati oleh bawang goreng yang sukses memuncaki daftar 100 pelengkap makanan paling unggul di dunia.

Proses pembuatannya sangat simpel, yakni cukup memanfaatkan bawang merah yang dirajang tipis lalu digoreng hingga berubah warna kecoklatan.

Demi mempertahankan tekstur garingnya, taburan renyah ini wajib disimpan rapat di dalam wadah yang kedap udara.

Sensasi gurih dari guratan bawang ini terbukti ampuh mendongkrak kelezatan aneka sajian kuliner seperti soto, bakso, sup, hingga nasi goreng.

Bahkan, memakannya langsung hanya dengan ditemani sepiring nasi putih hangat pun sudah terasa sangat memuaskan.

Di posisi kedua ada Aceto Balsamico di Modena yang diproduksi secara khusus di kawasan Provinsi Modena dan Reggio Emilia, Italia.

Cuka jenis balsamic ini diolah menggunakan bahan baku buah anggur Trebbiano yang dipanen dari perkebunan lokal.

Sari buah anggur tersebut dipanaskan, dikurangi volumenya, kemudian disimpan untuk proses pematangan di dalam drum kayu khusus.

Seiring berjalannya waktu, sari anggur tersebut akan menghasilkan tekstur yang pekat serta aroma khas kayu yang sangat kaya.

Produk ini biasanya dinikmati bersama potongan keju parmesan atau diaplikasikan sebagai pelengkap saus salad.

Peringkat ketiga dihuni oleh Aceto Balsamico Tradizionale di Modena yang resep cuka balsamic ini sudah eksis sejak abad pertengahan.

Formula ini diracik dari kombinasi buah anggur putih jenis Trebbiano serta varian anggur Lambrusco.

Cairan dari kedua jenis anggur diperas lalu direbus hingga menyisakan sekitar 30 persen saja dari volume awalnya.

Sari tersebut nantinya menjelma menjadi sirup kental yang harus melewati fase fermentasi di dalam tong kayu minimal selama 12 tahun.

Selanjutnya di posisi keempat ada sheng chou atau kecap asin yang merupakan penyedap cair dari hasil fermentasi kedelai dan gandum.

Awal mula kemunculan sheng chou berakar dari tingginya popularitas olahan pasta kedelai pada masa kekuasaan Dinasti Han dan Tang.

Proses pengolahan pasta tersebut menyisakan produk sampingan berupa cairan gurih yang lambat laun dimanfaatkan sebagai bumbu mandiri.

Penyedap alternatif non-daging ini sangat digemari karena kaya akan kandungan asam glutamat yang sangat cocok untuk lidah masyarakat Asia Timur.

Tempat kelima diduduki oleh Düsseldorfer Mostert atau yang akrab pula dikenal dengan sebutan mustard ABB.

Sajian kuliner khas wilayah Düsseldorf, Jerman ini diketahui sudah mulai diproduksi sejak awal abad ke-18 silam.

Label ABB sendiri merupakan inisial dari sang kreator perusahaan, Adam Bernhard Bergrath, yang pertama kali meramu mustard tersebut.

Produk ini diracik dari kombinasi biji mustard berwarna coklat dan kuning yang diaduk bersama cuka alkohol khas Düsseldorf tanpa filter.

Peringkat keenam diisi oleh doubanjiang yang merupakan kuliner asli dari kawasan Sichuan, China.

Doubanjiang adalah bumbu berbentuk pasta yang diolah dari campuran kacang babi, garam dapur, cabai, serta tambahan tepung terigu.

Seluruh ramuan tersebut difermentasi di dalam wadah pot tanah liat selama setahun penuh dengan ritual diaduk setiap hari.

Karakter rasanya akan sangat bervariasi bergantung pada usia fermentasi yang umumnya memakan waktu berkisar antara 1 hingga 8 tahun.

Meski demikian, secara umum rasa dominan dari doubanjiang ini cenderung mengarah pada perpaduan asin dan pedas.

Urutan ketujuh ditempati oleh garam laut Maldon yang diproses dan dipanen lewat metode tradisional sejak tahun 1882 di Maldon, Inggris.

Butiran garam dari wilayah ini memiliki keunikan tersendiri karena bentuk fisiknya yang menyerupai bangunan piramida kecil.

Kondimen ini lebih sering difungsikan sebagai garam taburan akhir pada menu makanan yang sudah matang.

Kandungan zat magnesium di dalamnya tergolong sangat rendah sehingga tidak menyisakan impresi rasa pahit di lidah.

Pada posisi kedelapan ada lyutenitsa yang hampir selalu bisa dijumpai di setiap lemari makan keluarga Bulgaria dan Makedonia Utara.

Saus kental ini diolah dari kombinasi paprika merah, tomat segar, garam, gula pasir, merica, serta siraman minyak.

Pada beberapa variasi resep lokal, saus ini terkadang turut dipadukan dengan sayur terong, wortel, bawang putih, dan daun parsley.

Lyutenitsa lazimnya dimanfaatkan sebagai bahan olesan mentega untuk roti atau biskuit, serta nikmat mendampingi menu daging bakar.

Peringkat kesembilan dihuni oleh jiang you yang memiliki rekam jejak sejarah panjang di China sejak era kekuasaan Dinasti Han.

Jiang you atau kecap kedelai murni ini diolah lewat metode fermentasi kacang kedelai, gandum, garam, serta air bersih.

Formula kecap ini berevolusi dari yang semula berbahan dasar sari daging hingga akhirnya bergeser memanfaatkan bahan kacang-kacangan.

Peralihan bahan baku ini dipicu oleh melimpahnya stok kedelai serta meluasnya pengaruh pola makan vegetarian dari ajaran Buddha.

Menutup daftar sepuluh besar, terdapat avjar yang menjadi salah satu saus pendamping paling tenar di kawasan Balkan dan Eropa Timur.

Diracik dari kombinasi cabai merah dan sayur terong, varian avjar yang paling diburu oleh pencinta kuliner adalah yang berasal dari Makedonia.

Saus avjar ini umumnya dihidangkan di atas meja sebagai menu pendamping wajib saat menyantap hidangan daging panggang.

Terkini