Karyawan Tokopedia Dipangkas, GOTO Pastikan Dampaknya Terbatas

Senin, 06 Juli 2026 | 01:33:31 WIB
GOTO Beberkan Dampak PHK Tokopedia Terhadap Kinerja Perusahaan [FOTO: NET].

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memberikan penjelasan mengenai pengaruh kebijakan pengurangan tenaga kerja di Tokopedia terhadap kondisi perseroan. Pihak GOTO menyatakan sikap menghargai atas keputusan yang diterapkan oleh jajaran manajemen Tokopedia.

Direktur GOTO Simon Tak Leung Ho menerangkan bahwa selaku pemilik 24,99% saham di Tokopedia, pihaknya menaruh rasa hormat pada segala kebijakan yang sedang maupun akan diterapkan manajemen Tokopedia terkait program penataan ulang struktur organisasi.

“Mengingat pada Januari 2024, kepemilikan Perseroan terdilusi menjadi 24,99%, Perseroan tidak lagi melakukan konsolidasi atas PT Tokopedia,” tulis Simon dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (6/7/2026).

Simon menguraikan dengan adanya langkah dekonsolidasi tersebut, potensi munculnya imbas finansial terhadap perseroan murni hanya berpusat pada pos bagian laba atau rugi bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama.

Akan tetapi, ia menambahkan, berkaitan dengan kabar penyesuaian susunan organisasi di Tokopedia, lewat perhitungan internal GOTO diproyeksikan tidak ada pengaruh material bagi porsi laba atau rugi bersih Tokopedia yang menjadi hak perseroan.

“Selain itu, tidak akan ada dampak apapun terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima Perseroan dari PT Tokopedia,” ujarnya.

Lebih lanjut dari sudut pandang non-keuangan, Simon menyebut bahwa GOTO juga memprediksi tidak ada imbas material yang dipicu oleh isu yang tengah berkembang tersebut. Ia turut menegaskan bahwa GOTO belum mempunyai agenda dalam periode dekat ini yang berkaitan dengan status kepemilikan saham mereka di Tokopedia.

Untuk diketahui, GOTO meraup pendapatan dari komisi jasa e-commerce Tokopedia hingga menyentuh angka Rp288 miliar sepanjang kuartal I/2026. GOTO pun menorehkan catatan positif dengan mencetak laba bersih perdana sepanjang sejarah korporasi, yakni sebesar Rp257,94 miilar pada kuartal I/2026. Pencapaian laba operasional ini melesat naik jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun 2025 yang kala itu masih menderita rugi bersih senilai Rp367 miliar.

Terkini