Lewat Streamlining 10 Entitas Telkom Percepat Transformasi Bisnis

Senin, 06 Juli 2026 | 04:29:01 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sukses merampungkan target penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usaha pada paruh pertama tahun 2026. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen perseroan dalam menyokong program streamlining BUMN yang diinstruksikan oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Selaras dengan kebijakan tersebut, agenda streamlining ini masuk dalam salah satu dari empat pilar utama strategi transformasi TLKM 30. Strategi ini difokuskan pada penataan ulang portofolio bisnis lewat optimalisasi entitas usaha, penyelarasan tumpang tindih operasional, hingga pelepasan bisnis non-core.

Melalui program streamlining ini, Telkom juga mampu mewujudkan efisiensi operasional sekaligus memperkokoh fokus pemanfaatan anggaran belanja modal pada penguatan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.

Penataan portofolio perusahaan dilakukan lewat bermacam skema, mulai dari divestasi, merger, hingga likuidasi. Langkah ini diproyeksikan dapat membentuk struktur grup yang jauh lebih ramping, mempertegas fungsi setiap entitas, serta memperkuat proses transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding.

Transformasi tersebut menerapkan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang diproyeksikan mampu menghadirkan pertumbuhan nilai bisnis secara berkelanjutan bagi masa depan perseroan.

Dalam tatanan struktur baru tersebut, Telkom selaku HoldCo bakal berfokus penuh pada aktivitas pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola organisasi, penciptaan sinergi bisnis, serta optimalisasi nilai tambah antarsegmen usaha.

Sementara itu, untuk seluruh aktivitas operasional akan dieksekusi secara terfokus oleh OpCo pada bidang yang lebih spesifik. Lini operasional tersebut meliputi Segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, hingga International Business.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengutarakan bahwa penyederhanaan portofolio ini merupakan sebuah langkah strategis perusahaan guna menciptakan tatanan organisasi yang kian lincah di tengah dinamika industri digital.

"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga melalui keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas."

Sampai periode akhir Juni 2026, Telkom tercatat telah menyelesaikan penataan streamlining terhadap 10 entitas bisnisnya melalui pelbagai aksi korporasi yang terarah. Untuk skema divestasi, Telkom sukses merampungkan pelepasan 2 entitas yang ditandai lewat proses penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Melalui metode penggabungan vertikal (vertical merger), Telkom juga berhasil menuntaskan merger bagi 2 entitas usaha demi memperkokoh sektor bisnis sekaligus memacu pengembangan kapabilitas internal.

Sementara itu, untuk penataan streamlining dengan skema likuidasi, terdapat sebanyak 6 entitas di bawah bendera TelkomGroup yang kini telah masuk dalam tahapan pembubaran resmi sesuai ketentuan berlaku, sebagai bagian dari skema pembenahan portofolio bisnis.

Kebijakan strategis tersebut diambil berdasarkan hasil peninjauan mendalam terhadap nilai relevansi bisnis, aktivitas operasional harian, serta kontribusi riil dari masing-masing entitas bagi strategi jangka panjang serta pembentukan nilai grup.

Lebih lanjut, Seno mengimbuhkan bahwa program streamlining ini bukan semata-mata soal pemangkasan kuantitas anak perusahaan saja, melainkan sebuah jalan untuk menciptakan portofolio bisnis yang jauh lebih sehat dan bernilai tinggi.

"Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar-OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global," jelas Seno.

Dalam proses eksekusinya, Telkom memastikan seluruh rangkaian streamlining berjalan secara prudent, akuntabel, dan transparan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Business Judgment Rule (BJR).

Setiap ketetapan penting diputuskan berdasarkan hasil kajian mendalam serta koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan terkait. Pihak tersebut meliputi Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN guna menjamin aspek kepatuhan hukum sekaligus mendukung transformasi perusahaan yang berkelanjutan.

Beriringan dengan langkah penataan organisasi ini, Telkom pun menjamin bahwa setiap kebijakan penyesuaian sumber daya manusia dijalankan secara bertanggung jawab disertai penghormatan penuh terhadap hak-hak para karyawan yang terdampak.

Seluruh proses diselenggarakan secara sukarela atas dasar mufakat bersama dari kedua belah pihak. Salah satu upayanya ditempuh lewat pergelaran Early Retirement Program (ERP) yang pada tahun 2026 ini akan difokuskan untuk level OpCo.

Lewat implementasi pendekatan tersebut, Telkom berharap mampu mengonstruksi tatanan organisasi yang lebih adaptif, mengasah kapabilitas talenta digital internal, sekaligus memicu efisiensi serta produktivitas perusahaan untuk jangka panjang.

Agenda streamlining ini merupakan bagian dari target jangka menengah perusahaan menuju tahun 2030 demi membangun fundamental korporasi yang semakin kokoh. Ke depan, Telkom optimistis bisa mendongkrak daya saing sekaligus menaikkan kualitas pada sektor bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan paling menjanjikan.

Terkini