Hashim Sebut Penambahan Personel Polhut Dukung Program Hutan Lestari

Selasa, 07 Juli 2026 | 02:18:02 WIB
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo dalam acara peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK), di Kemenhut, Senin (6/7/

JAKARTA - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, berpandangan bahwa pengamanan area hutan lewat penambahan personel Polisi Kehutanan (Polhut) akan menyokong program kehutanan berkelanjutan.

“Penguatan Polisi Kehutanan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendukung perlindungan hutan, konservasi keanekaragaman hayati, serta penguatan agenda iklim nasional,” kata Hashim dalam keterangan bersama dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI di Jakarta, Selasa.

“Penambahan personel diharapkan mampu meningkatkan pengawasan kawasan hutan sekaligus mendukung berbagai program kehutanan berkelanjutan yang tengah dijalankan pemerintah,” ujarnya menambahkan.

Dirinya mengapresiasi kebijakan Kemenhut di bawah kendali Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang memperketat penjagaan area hutan melalui perekrutan anggota Polhut baru.

Menurut penilaian Hashim, kebijakan untuk memperbanyak kuantitas anggota Polhut ini adalah bentuk nyata komitmen dari Presiden Prabowo Subianto demi mengamankan wilayah hutan Indonesia sebagai aset strategis negara.

Otoritas pemerintahan telah memasang target berskala besar untuk mendongkrak kapasitas institusi Polisi Kehutanan secara bertahap, dari yang mulanya hanya berkisar 5.000 anggota menjadi 70.000 personel.

“Pak Prabowo sudah putuskan untuk menjaga hutan-hutan yang begitu berharga. Polisi khusus kehutanan, yang di luar negeri namanya forest ranger itu, akan bertambah dari 5.000 petugas menjadi 70.000 petugas untuk menjaga,” kata Hashim.

Ia menambahkan bahwa Menhut Raja Juli Antoni telah mengawali implementasi atas instruksi tersebut melalui skema rekrutmen Polisi Kehutanan yang dilakukan secara berkala.

Bagi Hashim, respons dan pergerakan cepat yang ditunjukkan oleh instansi Kemenhut membuktikan ketegasan pihak pemerintah dalam memperkokoh perlindungan pada kawasan hutan nasional.

“Kalau tidak salah, Pak Menteri Kehutanan sudah putuskan tahun ini 23 ribu ya, akan direkrut dalam tiga tahun,” ujarnya.

Hashim membeberkan bahwa agenda penguatan kelembagaan Polhut di Indonesia ini turut menuai respons positif dari kalangan internasional, salah satunya datang dari The Royal Foundation yang dipimpin oleh Pangeran William.

Lembaga internasional tersebut dinilai menaruh kepedulian yang sangat tinggi terhadap eksistensi serta kontribusi nyata para Polhut dalam merawat kelestarian ekosistem hutan global.

“Ini dipuji oleh The Royal Foundation yang di bawah pimpinan Prince William of Wales. Ini diperhatikan karena bagi dia, nasib petugas forest ranger sangat penting di seluruh dunia. Waktu mereka dengar ada program 70.000 petugas, mereka betul-betul bangga,” kata Hashim.

Terkini