Gianni Infantino Bantah Intervensi Terkait Kasus Folarin Balogun

Selasa, 07 Juli 2026 | 04:12:01 WIB
Polemik Balogun, Presiden FIFA Tegaskan Tidak Ada Intervensi [FOTO: NET].

JAKARTA - Pimpinan tertinggi FIFA, Gianni Infantino, akhirnya memberikan pernyataan resmi bertalian dengan kontroversi penundaan sanksi kartu bagi juru gedor Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun.

Ia memberikan penegasan bahwa ketetapan yang memosisikan Balogun tetap diizinkan merumput kala bersua Belgia pada fase 16 besar Piala Dunia 2026 murni menjadi hak prerogatif dari badan yudisial FIFA yang bersifat mandiri.

"Badan yudisial FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujar Infantino yang dilansir dari FIFA Media pada Selasa.

Infantino memaparkan bahwasanya landasan yang dipakai pada tiap penanganan perkara hukum adalah Kode Disiplin FIFA, regulasi baku yang tengah berjalan, serta bukti-bukti konkret dalam perkara yang sedang diperiksa.

Ia pun tidak menampik kabar bahwa dirinya sempat menerima hubungan sambungan telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, guna membahas persoalan Balogun. Walakin, ia menyangkal keras adanya unsur tekanan atau intervensi di dalam jalannya proses penetapan hukum.

"Saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, dan para pemangku kepentingan sepak bola dari berbagai belahan dunia," tutur Infantino.

Ia memberikan penjelasan logis kepada Trump bahwa berkas perkara Balogun tengah digodok oleh lembaga yudisial FIFA yang bersifat independen, dan hasil final bakal diputuskan selaras dengan koridor mekanisme yang berlaku.

"Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi," tegasnya.

Pada periode sebelumnya, ketetapan dari Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan sanksi larangan tanding satu laga bagi Balogun sempat memantik gelombang protes keras dari pihak Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA).

Otoritas FIFA selanjutnya mementahkan gugatan yang diajukan oleh RBFA dengan dasar argumen bahwa organisasi sepak bola tersebut tidak mempunyai legalitas atau kedudukan hukum untuk mengajukan keberatan banding atas perkara disiplin dimaksud.

Infantino mengonfirmasi bahwa secara personal ia tidak melulu sejalan dengan tiap butir produk hukum yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin FIFA. Kendati begitu, ia menandaskan tetap memegang komitmen untuk menghargai seluruh ketetapan yang telah digulirkan.

"Terkadang saya setuju, terkadang saya tidak setuju. Namun, saya selalu menghormati keputusan tersebut dan otonomi badan yang membuatnya," kata Infantino.

Berdasarkan pandangannya, sikap menjunjung tinggi independensi institusi hukum serta supremasi regulasi merupakan pilar utama demi memelihara kesucian sportivitas kompetisi sekaligus nama baik dari organisasi FIFA.

Terkini