Nezar Patria: AI Berdaulat Butuh SDM dan Infrastruktur Komputasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:38:02 WIB
Wamenkomdigi: Dua Aspek Krusial Wujudkan AI Nasional Berdaulat [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria memaparkan dua aspek krusial yang perlu dikembangkan Indonesia secara bersamaan guna mewujudkan inovasi kecerdasan artifisial (AI) yang berdaulat.

Menurutnya, pengembangan AI tidak cukup hanya mengandalkan aspek teknologi, tetapi memerlukan ekosistem utuh yang mencakup sumber daya manusia, infrastruktur komputasi, serta rantai pasok semikonduktor.

"Antara manusia dan juga infrastruktur, kami perlu melakukannya secara bersamaan, paralel," ujar Nezar Patria dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Pengembangan AI berdaulat harus ditopang dengan penguatan seluruh rantai nilai industri. Nezar menilai penguasaan chip kini menjadi faktor strategis yang menentukan posisi suatu negara dalam industri AI dan rantai pasok teknologi global, terutama di tengah ketatnya persaingan geopolitik dalam memperebutkan teknologi canggih dan mineral kritis.

"Chip dan semikonduktor benar-benar strategis bagi negara-negara yang ingin memasuki industri AI ini dan juga rantai pasokan global AI," katanya.

Indonesia memiliki modal berupa mineral kritis, namun nilai tambahnya tidak akan optimal jika pengolahannya masih bergantung pada negara lain. Oleh karena itu, kolaborasi yang menghadirkan transfer teknologi serta peningkatan kapasitas nasional sangat diperlukan.

"Melalui kolaborasi, kami bisa mendapatkan transfer pengetahuan, kami juga bisa mendapatkan penciptaan nilai dari proses tersebut," ujar Nezar.

Ia menegaskan bahwa pengembangan AI tidak bisa dilakukan sendiri karena seluruh rantai pasoknya saling terhubung. Sinergi lintas negara, terutama di kawasan Asia dan ASEAN, menjadi kunci untuk membangun klaster AI regional yang kuat.

"Jika kami ingin membangun AI yang berdaulat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Karena semua hal saling terkait, terhubung," katanya.

Pemerintah juga terus mempersiapkan diri menghadapi teknologi masa depan, termasuk komputasi kuantum, sambil terus menyiapkan langkah mitigasi risiko agar transformasi digital tetap aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

Terkini