Menteri PANRB Minta Seluruh Instansi Beri Fleksibilitas Kerja ASN

Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:34:31 WIB
Menteri PANRB Rini Widyantini.

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini meminta seluruh instansi pemerintah untuk memberikan fleksibilitas kerja bagi para Aparatur Sipil Negara yang akan mendampingi serta mengantar buah hati mereka pada hari pertama masuk sekolah.

Pengaturan mengenai fleksibilitas waktu kerja tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi para pegawai untuk mendampingi buah hati mereka tanpa sedikit pun mengurangi nilai profesionalisme, produktivitas kerja, maupun mutu kualitas dari pelayanan kepada masyarakat luas.

"Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kami harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," ujarnya menyampaikan pesan penting.

Langkah imbauan resmi ini tertuang secara tertulis melalui Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang secara resmi diterbitkan pada Jumat (10/7) sebagai bentuk nyata dukungan dalam memperkuat aspek ketahanan serta peran penting keluarga bagi setiap pegawai.

Melalui lembar surat edaran tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian pada setiap instansi pemerintah diminta memberikan kelonggaran kesempatan bagi para pegawai yang memiliki anak di jenjang pendidikan usia dini, dasar, hingga menengah untuk mengantarkan anak mereka.

Penerapan kebijakan ini mengacu pada dasar hukum Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 yang mengatur tentang pelaksanaan tugas kedinasan pegawai secara fleksibel. Langkah ini juga selaras dengan gerakan sosial yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 demi memperkuat keterlibatan orang tua.

"Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang. Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak," tutur Rini menutup penjelasannya.

Terkini