BI Rate Naik, Danantara Minta Kredit ke UMKM Tetap Terjaga

BI Rate Naik, Danantara Minta Kredit ke UMKM Tetap Terjaga
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslan. [Foto: via Infobanknews]

JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa penyaluran pinjaman (lending) oleh sektor perbankan, terutama bank-bank Himbara, kepada masyarakat luas wajib tetap dipertahankan kendati Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga menyentuh angka 5,75 persen.

Saat berada di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis malam, setelah berlangsungnya agenda pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran pimpinan Himbara, Rosan memaparkan bahwa perbankan Himbara saat ini dituntut untuk terus memacu produktivitas serta efisiensi mereka, sekaligus mengendalikan rasio kredit bermasalah (NPL) agar tetap berada di posisi rendah.

"Walaupun ada kenaikan suku bunga, tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha, terutama UMKM (usah mikro, kecil dan menengah), itu tetap bisa terjaga di level yang baik, di level yang sama," kata Rosan, dikutip pada Jumat (19/6/2026).

Rosan mengimbuhkan bahwa dalam kurun waktu setahun ke belakang, tepatnya pada periode 2025-2026, pembiayaan yang dialokasikan oleh industri perbankan bagi masyarakat, termasuk sektor UMKM, mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 15 persen.

"Likuiditas juga, dana pihak ketiga terjaga juga naik double-digit, dan yang paling penting NPL-nya, non-performing loan bank kami, Mandiri itu hanya 0,9 persen. Jadi, average NPL atau non-performing loan bank Himbara itu antara 0,9 persen sampai 1,8 persen pada saat ini. Nah, justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya," ujar Rosan.

Pada tempat yang sama dalam sesi terpisah, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menyatakan bahwa pihak Danantara sepenuhnya memberikan dukungan terhadap langkah kebijakan yang telah diputuskan oleh Bank Indonesia mengenai peningkatan BI Rate tersebut.

"Kami dari sisi Danantara ikut saja apa yang sudah dilakukan policymaker baik dari sisi fiskal dan monetary???????, tentunya (Danantara) pasti support, mereka (BI) sudah memperhitungkan. Buat kami Danantara sebagai pelaku akan lakukan yang terbaik," ujar Pandu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada hari Kamis merilis keputusan kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Juni 2026. 

Selain itu, suku bunga Deposit Facility ikut terkerek naik 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility meningkat 25 bps ke level 6,50 persen.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat jumpa pers hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index