Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Komoditas Strategis Hari Ini

Daftar Lengkap Harga Pangan Nasional Komoditas Strategis Hari Ini
Ilustrasi Cabe Rawit.

JAKARTA - Nilai jual rupa-rupa bahan pokok pada lini pedagang eceran domestik dilaporkan masih fluktuatif pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026.

Merujuk pada publikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional besutan Bank Indonesia, komoditas cabai rawit merah menyentuh angka Rp 69750 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras bertengger senilai Rp 29750 per kg.

Laporan berkala dari PIHPS pada Jumat pukul 09.50 WIB memperlihatkan grafik harga pangan esensial diperjualbelikan secara bervariasi, meliputi komoditas beras, bawang, aneka cabai, pasokan daging, gula, hingga minyak goreng.

Varian cabai rawit merah konsisten menempati urutan harga termahal jika disandingkan dengan jenis hortikultura cabai lainnya, sementara untuk pasokan telur ayam ras bertahan di nominal Rp 29 ribuan per kilogram.

Untuk klaster bumbu masakan, harga bawang merah dipatok senilai Rp 50950 per kg, didampingi oleh pasokan bawang putih yang diperdagangkan dengan nilai Rp 43600 per kg.

Di samping itu, ketetapan harga beras eceran dibagi berdasarkan klasifikasi kualitasnya, dengan rincian harga yang terpantau pada Jumat pagi ini meliputi:

Beras mutu bawah I: Rp 14600 per kg

Beras mutu bawah II: Rp 14600 per kg

Beras mutu medium I: Rp 16300 per kg

Beras mutu medium II: Rp 16100 per kg

Beras mutu super I: Rp 17600 per kg

Beras mutu super II: Rp 17100 per kg

Perbedaan nominal tersebut sengaja disesuaikan menurut mutu beras yang didistribusikan kepada para konsumen di pasar eceran.

Selain jenis cabai rawit merah yang melonjak di angka Rp 69750 per kg, PIHPS mengompilasi grafik harga untuk rumpun cabai lainnya pada Jumat, 26 Juni 2026 sebagai berikut:

Cabai rawit merah: Rp 69750 per kg

Cabai merah besar: Rp 53100 per kg

Cabai merah keriting: Rp 53500 per kg

Cabai rawit hijau: Rp 51900 per kg

Dari rangkuman data di atas, variasi cabai rawit merah terbukti menjadi pasokan hortikultura dengan nilai jual tertinggi pada pasar eceran nasional.

Pada klaster sumber protein hewani, komoditas telur ayam ras dipasarkan senilai Rp 29750 per kg, ditemani pasokan daging ayam ras segar yang dipatok pada angka Rp 37200 per kg.

Sedangkan untuk komoditas daging sapi, klasifikasi harga dibagi ke dalam dua kategori mutu dagang yakni:

Daging sapi mutu I: Rp 149200 per kg

Daging sapi mutu II: Rp 140200 per kg

Pemberlakuan selisih harga tersebut berpatokan pada kualitas daging yang ditawarkan secara langsung kepada para pembeli.

Sistem PIHPS turut mencatat pergerakan harga komoditas gula pasir yang didistribusikan dalam dua tipe produk, yaitu jenis premium dan jenis lokal dengan perincian:

Gula pasir mutu premium: Rp 20300 per kg

Gula pasir lokal: Rp 19750 per kg

Bahan pemanis jenis premium mempunyai selisih harga lebih tinggi berkisar Rp 550 per kilogram di atas komoditas lokal.

Untuk sektor minyak goreng, ketetapan nilai jualnya mengikuti tipe pembungkus produk yang ditawarkan di pasar pada Jumat pagi dengan daftar berikut:

Minyak goreng curah: Rp 20550 per liter

Minyak goreng kemasan berlabel I: Rp 24200 per liter

Minyak goreng kemasan berlabel II: Rp 23350 per liter

Varian minyak goreng kemasan berlabel I menjadi komoditas dengan nilai jual tertinggi dibanding tipe kemasan berlabel II ataupun produk minyak curah.

Rangkuman perkembangan harga sembako ini dikumpulkan langsung oleh PIHPS Nasional lewat pemantauan konvensional pada pedagang eceran di berbagai wilayah.

Nilai dari tiap-tiap komoditas tersebut berpeluang bergeser sewaktu-waktu menyusul pergerakan angka suplai serta permintaan yang bergulir di pasar ritel.

Pada transaksi Jumat, 26 Juni 2026, cabai rawit merah didaulat sebagai bahan pangan dengan harga termahal pada rumpun cabai senilai Rp 69750 per kilogram.

Sementara itu, telur ayam ras berada di posisi Rp 29750 per kilogram, diikuti komoditas beras, gula, daging, serta minyak goreng yang nilainya mengikuti standar mutu produk masing-masing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index