KB Bank Fokus Perkuat Dana Murah Imbas Bunga Penjaminan LPS Naik

KB Bank Fokus Perkuat Dana Murah Imbas Bunga Penjaminan LPS Naik
KB Bank.

JAKARTA - PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) memberikan kepastian bahwa lonjakan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan rupiah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak bakal menggeser strategi pendanaan korporasi secara masif.

KB Bank tetap mengandalkan penguatan dana murah (current account saving account/CASA) demi mengendalikan ongkos dana (cost of fund) sekaligus menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM).

Direktur Utama KB Bank Kunardy menuturkan bahwa penyesuaian TBP menjadi salah satu aspek yang dicermati perseroan dalam merancang tata kelola struktur pendanaan.

Walau demikian, pihak perbankan bakal terus mengupayakan stabilitas komposisi antara dana murah dan instrumen deposito berjangka.

"Penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) oleh LPS tentu menjadi salah satu faktor yang kami perhatikan dalam pengelolaan biaya dana (cost of fund). Untuk itu, KB Bank akan terus menjaga keseimbangan compositional dana murah (CASA) dan deposito berjangka," ujar Kunardy kepada Bisnis.com, dikutip Selasa (1/7/2026).

Dirinya menambahkan bahwa target utama perusahaan tetap diprioritaskan pada eskalasi porsi CASA lewat optimalisasi fasilitas digital serta peningkatan aktivitas transaksi dari para nasabah.

Di sisi lain, penghimpunan instrumen deposito bakal digulirkan secara lebih ketat dan selektif dengan menawarkan imbal hasil suku bunga kompetitif yang diselaraskan dengan kebutuhan likuiditas serta profil risiko nasabah.

Menurut pandangannya, skema taktis ini juga ditopang oleh pembenahan manajemen aset dan liabilitas (asset and liability management/ALM), termasuk langkah diversifikasi sumber pendanaan serta efisiensi beban operasional.

"With pendekatan tersebut, kami optimistis dapat menjaga cost of fund dan mempertahankan Net Interest Margin (NIM) pada level yang sehat hingga akhir tahun," katanya.

Sebelum ini, otoritas LPS mengambil keputusan untuk mengerek TBP simpanan rupiah sebesar 25 basis poin hingga menyentuh level 3,75 persen bagi kategori bank umum serta angka 6,25 persen untuk bank perekonomian rakyat (BPR).

Kebijakan penyesuaian ini diambil selaras dengan tren kenaikan suku bunga simpanan di pasar, adanya indikasi perlambatan ekspansi simpanan rupiah, serta ketatnya rivalitas perebutan dana di sektor perbankan.

Bukan hanya mendongkrak TBP, LPS turut mengimbau kalangan perbankan untuk memacu keterbukaan informasi menyangkut regulasi penjaminan simpanan kepada masyarakat, termasuk mengoptimalkan bermacam media digital.

Merespons ketentuan tersebut, Kunardy menegaskan bahwa KB Bank sepenuhnya menyokong program LPS dan bakal menjamin info terkait TBP bisa didapatkan dengan mudah oleh nasabah.

"Sejalan dengan arahan tersebut, kami akan terus memastikan informasi mengenai TBP tersedia secara jelas melalui berbagai kanal digital bank, termasuk aplikasi mobile banking, internet banking, dan situs resmi KB Bank," ujarnya.

Di tengah atmosfer perebutan suku bunga simpanan yang kian memanas, KB Bank juga terus berikhtiar merawat titik temu antara penghimpunan dana pihak ketiga dengan tingkat profitabilitas perusahaan.

Kunardy mempertegas bahwa KB Bank tetap berkomitmen penuh memperkokoh ketahanan likuiditas guna mengantisipasi dinamika volatilitas ekonomi global maupun dalam negeri.

Secara bersamaan, emiten perbankan ini terus memacu akselerasi CASA lewat pemutakhiran mutu layanan digital, ekspansi lini transaction banking, serta pemanfaatan potensi ekosistem dari nasabah korporasi.

Langkah ini diharapkan mampu merawat efisiensi struktur pendanaan sekaligus menyokong ekspansi bisnis korporasi tanpa mengorbankan tingkat keuntungan di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index