JAKARTA - Banderol harga komoditas cabai dan bawang di sejumlah pasar tradisional dilaporkan mulai menyusut dalam kurun waktu sekitar dua minggu belakangan. Salah satu wilayah yang mengalami penurunan harga ini terpantau berada di Pasar Tomang Barat atau yang akrab disapa Pasar Kopro, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Seorang pedagang sayuran di pasar tersebut, Fauzi (23), mengonfirmasi bahwa koreksi harga meluncur pada seluruh varian cabai yang ia jajakan kepada konsumen.
"Semua jenis cabai harganya turun," kata Fauzi saat ditemui Kompas.com, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan keterangan Fauzi, jenis cabai rawit merah yang tadinya bertengger di angka Rp 80.000 per kilogram kini telah melandai ke tingkat Rp 60.000 per kilogram.
Sementara itu, untuk varian cabai hijau besar saat ini dihargai pada kisaran Rp 50.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp 50.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp 60.000 per kilogram, cabai merah besar Rp 60.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau menyentuh Rp 70.000 per kilogram.
Fauzi kembali menambahkan, kecenderungan menyusutnya harga komoditas cabai ini sudah mulai bergulir sejak sepekan lebih terakhir.
Bukan hanya kelompok cabai, harga komoditas bawang merah juga terpantau ikut merosot dari posisi sebelumnya.
"Bawang merah turun dari Rp 70.000 per kilogram, jadi Rp 60.000 per kilogram," kata dia.
Di sisi lain, untuk komoditas bawang putih dinilai masih berada di posisi yang cukup stabil, yaitu berada di kisaran Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per kilogram.
Pedagang lain di pasar yang sama, Ida Rahayu (56), turut membenarkan bahwa pergerakan turunnya harga cabai beserta bawang ini memang sudah berlangsung selama kurang lebih dua minggu.
Menurut analisis Ida, meluapnya ketersediaan pasokan barang yang dikirim dari Pasar Induk menjadi salah satu pemicu utama yang membikin harga bahan pangan tersebut menyusut.
"Biasanya kalau harga lagi naik (melambung) itu karena stoknya kurang, kosong, terus pengirimannya juga telat," ungkapnya.
Kondisi merosotnya harga sejumlah bahan pangan pokok ini tentu saja disambut dengan penuh suka cita oleh kelompok emak-emak selaku pembeli.
Seorang pengunjung pasar bernama Jamilah (38) mengaku langsung memanfaatkan momen turunnya harga ini demi memborong cabai dengan kapasitas yang jauh lebih banyak dari biasanya.
"Kalau harga lagi tinggi, kayak beli cabai ya pembeliannya dikurangin dari misalnya satu kilogram jadi cuma setengah kilogram," ungkapnya.
Jamilah menaruh harapan besar agar harga-harga komoditas pangan pokok di pasar tradisional bisa terus terjaga stabil agar tidak menambah beban pos pengeluaran rumah tangga kami.