Perisai 2026: BPDP Dorong Inovasi Kelapa Sawit Berkelanjutan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:57:31 WIB
BPDP Tampilkan Inovasi Sawit untuk Pangan dan Energi di Perisai 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) siap memamerkan beragam inovasi pengelolaan sawit berkelanjutan untuk sektor pangan dan energi dalam gelaran Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Juli.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa Perisai 2026 yang mengusung tema “Shaping The Palm Oil Industry Ecosystem For A Sustainable Future” merupakan forum diseminasi hasil riset serta inovasi kelapa sawit terbesar di Indonesia.

“Melalui PERISAI, kami ingin menunjukkan bahwa sawit bukan hanya menghasilkan minyak nabati atau biodiesel. Berbagai hasil riset yang didukung BPDP telah menghasilkan inovasi di bidang pangan, kesehatan, energi terbarukan, biomaterial, hingga rekayasa industri,” kata Alfansyah.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ajang tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, industri, serta masyarakat guna memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi industri sawit nasional. Ia menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan pilar utama dalam meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

Menurutnya, BPDP selama ini tidak hanya mendukung produktivitas perkebunan, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai inovasi yang bernilai tambah bagi industri dan masyarakat luas.

“Inilah bukti bahwa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Alfansyah.

Ia menambahkan, sejak program pendanaan riset bergulir, BPDP telah mendukung ratusan penelitian yang melibatkan banyak perguruan tinggi dan lembaga riset nasional. Hasil penelitian tersebut terus didorong agar tidak sekadar menjadi publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi menjadi teknologi atau produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

"Kami ingin membangun ekosistem inovasi yang kuat. Karena itu, Perisai bukan sekadar forum ilmiah, tetapi menjadi ruang bertemunya peneliti, pemerintah, industri, pelaku usaha, dan investor agar hasil riset dapat diterapkan secara luas, termasuk oleh pekebun rakyat," kata dia.

Perisai 2026 nantinya akan menghadirkan seminar, diskusi, pameran riset, business matching, kompetisi inovasi, serta forum kolaborasi. Kegiatan ini akan menampilkan penelitian pada enam bidang utama, yakni bioenergi, lingkungan, biomaterial, budidaya dan pascapanen, pangan dan kesehatan, serta sosial, ekonomi, manajemen, pasar, dan teknologi informasi.

Terkini