INFOTUNTAS.COM — Presiden Prabowo Subianto mencium Mushaf Al Quran Gontor yang diserahkan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal. Prosesi penyerahan berlangsung dalam resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu. Mushaf tersebut merupakan yang pertama ditulis sendiri oleh sebuah pesantren dengan mengikuti Standar Indonesia.
Setelah menerima buku itu, Presiden menerima Mushaf Al Quran Gontor yang disimpan dalam bingkai beludru berwarna cokelat. Prabowo menatap mushaf tersebut beberapa saat sebelum menciumnya di hadapan tamu undangan.
Prosesi penyerahan berlangsung setelah KH Hasan Abdullah Sahal menyelesaikan sambutannya. Siaran resmi Sekretariat Presiden yang dipantau di Jakarta menampilkan seluruh rangkaian acara tersebut.
Mushaf Pertama Karya Sebuah Pesantren
Mushaf Al Quran Gontor ditulis langsung oleh ustadz dan santri Pondok Modern Darussalam Gontor. Penerbitan dilakukan melalui percetakan milik pesantren tersebut.
Proyek penulisan mushaf dimulai sejak 2023 dan dikerjakan hampir tiga tahun. Prosesnya melewati tahap tashih atau verifikasi kelayakan dan keabsahan bacaan sebelum masuk ke tahap pencetakan.
Mushaf ini tercatat sebagai yang pertama ditulis sendiri oleh sebuah pesantren dengan mengikuti Standar Indonesia. Pada tahap awal, Mushaf Gontor dicetak perdana sebanyak 2.000 eksemplar.
Buku Satu Abad Perjalanan Gontor
Buku "Gontor untuk Indonesia" disusun sebagai persembahan dalam rangka satu abad usia pondok tersebut. Isinya mengulas perjalanan panjang Gontor selama hampir 100 tahun.
Buku itu juga mendokumentasikan kontribusi pesantren dalam membangun pendidikan nasional. Sejumlah tokoh yang berkiprah di berbagai bidang turut dibahas dalam buku tersebut.
Sistem Pondok Modern Gontor dinilai menjadi salah satu sumbangsih penting bagi perkembangan pendidikan pesantren di Indonesia. Penilaian itu dituangkan dalam ulasan buku tersebut.
"Kami hanya bisa menyampaikan, buku hadiah Gontor untuk Indonesia, sekaligus meresmikan mushaf Gontor, dicetak santri Gontor, diterbitkan di percetakan Gontor, dibagikan kepada anak-anak Gontor, dihadiahkan kepada Bapak, dan anak-anak Indonesia," kata KH Hasan Abdullah Sahal.
Dalam penutup sambutannya, KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan harapan atas hubungan antara Gontor dan pemerintah. "Mudah-mudahan kami dan negara Indonesia dan bangsa Indonesia tetap bekerja sama," ujarnya.