INFOTUNTAS.COM — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menuntaskan identifikasi sembilan jenazah korban KM Virgo Transport 8 dan menyerahkan seluruhnya kepada keluarga. Proses identifikasi menggabungkan data ante mortem dari keluarga korban dengan data post mortem hasil pemeriksaan. Dari 117 korban yang ditemukan, sembilan di antaranya meninggal dunia.
Tim DVI Polri telah mengidentifikasi sembilan jenazah korban KM Virgo Transport 8. Seluruh jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing setelah identitas dipastikan melalui prosedur DVI.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan pelayanan identifikasi menjadi bagian penting dalam penanganan korban. Menurut dia, kepastian identitas dibutuhkan keluarga agar proses penyerahan jenazah berjalan tanpa keraguan.
Kombinasi Data Ante Mortem dan Post Mortem
Proses identifikasi dilakukan lewat tahapan DVI dengan menggabungkan dua jenis data. Data ante mortem (AM) dikumpulkan dari keluarga sebelum korban ditemukan, sedangkan data post mortem (PM) diperoleh dari pemeriksaan terhadap korban.
Penggabungan kedua data itu menjadi dasar sebelum tim menetapkan identitas seseorang. Setelah identitas dipastikan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
"Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem. Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga," kata Trunoyudo, Minggu (20/9/2026).
Rekap Operasi: 117 Korban Ditemukan, 9 Meninggal Dunia
Berdasarkan rekap operasi DVI per 19 September 2026, sebanyak 117 korban telah ditemukan. Dari jumlah itu, sembilan korban dinyatakan meninggal dunia dan seluruhnya sudah diserahkan kepada keluarga.
Data tersebut menunjukkan proses penanganan korban masih berjalan bertahap. Tim DVI mencatat setiap temuan korban untuk dicocokkan dengan laporan keluarga yang mencari kerabatnya.
Penyerahan jenazah kepada keluarga menjadi tahap akhir dari rangkaian identifikasi. Polri memastikan setiap korban yang ditemukan melewati prosedur yang sama sebelum statusnya ditetapkan.