Kemenekraf Latih 80 Pelaku Ekraf Padang Pariaman Pulihkan Usaha Pascabencana

Minggu, 20 September 2026 | 14:34:00 WIB
Kemenekraf Latih 80 Pelaku Ekraf Padang Pariaman Pulihkan Usaha Pascabencana

INFOTUNTAS.COM — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melatih 80 pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, untuk memulihkan produktivitas usaha dan memperluas pasar pascabencana. Pelatihan dua hari digelar di Hall IKK Area Kantor Bupati Padang Pariaman, Parit Malintang, pada 18–19 September 2026 melalui program Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih.

Program bertajuk Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih itu bagian dari rangkaian "Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya". Pesertanya datang dari beragam latar usaha, mulai kuliner, fotografi, pembuatan konten, kriya, hingga seni pertunjukan.

Materi Pelatihan dan Pendampingan

Pembekalan mencakup pengembangan produk lokal, manajemen usaha, penggalian potensi ekonomi kreatif nagari, riset pasar, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung pengembangan produk.

Kemenekraf menggandeng perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar materi yang diberikan bisa langsung diterapkan dalam pengembangan produk maupun pengelolaan bisnis. Praktisi desain visual Laura Amelia Triani mengisi sesi peningkatan kapasitas berbasis produk lokal.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas Prof. Henmaidi memberikan materi manajemen usaha, sedangkan Prof. Ratni Prima Lita membawakan pembekalan soal penggalian potensi ekonomi kreatif nagari.

Kepala Biro Hukum Kementerian Ekonomi Kreatif Moch. Nurul Huda menyatakan fasilitas fisik tidak cukup tanpa program yang menghidupkan aktivitas ekonomi warga.

"Fasilitas fisik semata tidak akan optimal tanpa adanya program yang menghidupkannya. Oleh karena itu, kegiatan aktivasi ini sangat penting agar ruang kreatif benar-benar memberi dampak nyata bagi kemajuan daerah," kata Nurul Huda dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Dorongan agar Potensi Jadi Nilai Tambah

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menilai penguatan kemampuan pelaku usaha diperlukan agar potensi produk lokal tidak berhenti sebagai potensi. Menurut dia, potensi itu harus berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberi nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

"Potensi yang ada perlu terus kita dorong agar tidak berhenti sekadar potensi, melainkan berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat Padang Pariaman," ujarnya.

John menyebut peningkatan kapasitas sumber daya manusia jadi bagian penting untuk mempercepat pemulihan dan rehabilitasi usaha ekonomi kreatif yang terdampak bencana. Program ini juga mendorong keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam rekonstruksi ekonomi daerah.

Peserta Manfaatkan AI untuk Desain Produk

Salah seorang peserta, Evi, menilai pemanfaatan AI yang diperkenalkan dalam kegiatan itu membantu pelaku usaha mengembangkan desain dan gagasan baru. Menurut dia, pelatihan tersebut memotivasi pelaku usaha kreatif untuk meningkatkan mutu produksi dan menjangkau pasar lebih luas.

"Dengan adanya Ekraf Peduli ini sangat memotivasi saya sebagai pelaku usaha kreatif untuk meningkatkan mutu produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas. Di sini kami juga belajar memanfaatkan AI yang sangat memudahkan dalam mendesain ide-ide baru untuk produk," kata Evi.

Prof. Henmaidi menjelaskan materi manajemen usaha diarahkan untuk memberi nilai tambah bagi subsektor kriya, kuliner, dan produk kreatif lainnya. Program semacam ini diharapkan meningkatkan kapasitas pelaku ekraf sehingga berdampak langsung pada penjualan dan pendapatan mereka.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman Anton Wira Tanjung berharap pemanfaatan ruang kreatif berlanjut setelah program berakhir. Menurut dia, ruang tersebut bisa menjadi wadah produktif bagi masyarakat dan menghidupkan aktivitas ekonomi kreatif di daerah.

Terkini