JAKARTA - Nilai jual untuk rangkaian Oppo Reno 16 Series di pasar domestik melonjak sangat tajam apabila disandingkan dengan seri terdahulu.
Peningkatan paling mencolok dijumpai pada varian Oppo Reno 16 5G serta Reno 16F 5G, yang mana sekarang dipasarkan mulai dari nominal Rp7.999.000 sampai Rp12.999.000.
Sebagai perbandingan, Reno 15 5G tipe 8GB/256GB sebelumnya dilepas senilai Rp7.699.000, sedangkan Reno 16 5G 8GB/256GB saat ini dipatok Rp11.999.000.
Hal tersebut mengindikasikan adanya lonjakan sekitar Rp4,3 juta atau meroket mendekati angka 56 persen.
Pada varian kapasitas 128GB/256GB, Reno 15 5G dipasarkan seharga Rp8.299.000, sementara Reno 16 5G 12GB/256GB kini menyentuh Rp12.999.000.
Selisih nominalnya berada di kisaran Rp4,7 juta atau mengalami kenaikan di atas 56 persen.
Langkah kenaikan harga ini ikut melanda lini Reno F. Reno 15 F 8GB/128GB sebelumnya ditawarkan senilai Rp5.499.000, namun untuk Reno 16F 5G 8GB/128GB saat ini ditarget di angka Rp7.999.000 dengan selisih Rp2,5 juta atau naik sekitar 45 persen.
Di sisi lain, tipe Reno 15 F 8GB/256GB yang tadinya dilego Rp5.999.000 kini ikut merangkak naik menjadi Rp8.699.000 pada model Reno 16F 5G 8GB/256GB, dengan total pembengkakan senilai Rp2,7 juta atau kisaran 45 persen.
Deni Setiawan selaku Product Manager Oppo Indonesia menjabarkan bahwa ada aspek fundamental yang mengakibatkan nominal jual Reno 16 Series melonjak masif.
Salah satu pemicu utamanya bersumber pada kondisi pasokan komponen, terkhusus pada sektor memori RAM.
"Saya yakin rekan-rekan juga memahami kondisi saat ini, terutama bagaimana memori RAM menjadi agak lebih sulit didapatkan. Kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh harga memori RAM itu sendiri. Selain itu, nilai tukar juga menjadi salah satu faktor yang membebani harga," papar Deni sewaktu diwawancarai setelah agenda peluncuran Oppo Reno 16 Series di Jakarta.
Walau banderolnya merangkak naik, pihak Oppo menegaskan aspek kegunaan dan nilai yang ditawarkan oleh Reno 16 Series juga ikut bertambah.
Deni mengemukakan jika perusahaan tidak sekadar mendongkrak spesifikasi di atas kertas, tetapi turut merombak total aspek desain, performa, sensasi bermain game, serta fungsionalitas AI.
Satu di antara sekian pembaruan yang menonjol ialah konsep rancangan 3D pop-up planet design.
Berdasarkan penuturan Deni, modal kapital yang dialokasikan untuk mematangkan rancangan ini bernilai tiga hingga empat kali lipat lebih masif dibanding edisi sebelumnya.
Fase riset berikut pengembangan purwarupanya pun diklaim menghabiskan waktu tiga sampai empat kali lebih lama.
Upaya tersebut sengaja ditempuh untuk menyuguhkan tampilan fisik yang jauh lebih otentik jika dikomparasikan dengan perangkat kompetitor di segmen serupa.
"Menurut saya ini juga baru pertama kali ada desain 3D di handphone yang bisa dilihat tanpa perlu memakai kacamata 3D. Efek pop-out 3D-nya bisa terlihat sekitar 5–15 mm keluar dari back cover," terang Deni.
Beralih ke sektor pacu, Oppo menggarisbawahi bahwa lini Reno 16 Series tidak semata-mata memburu pencapaian skor pengujian benchmark.
Pihak pabrikan berkeinginan agar Reno Series berevolusi menjadi gawai yang kian memahami segala jenis kebutuhan pengguna, termasuk urusan aktivitas gaming.
Fitur anyar yang disematkan di antaranya ialah optimalisasi tangkapan layar dalam permainan yang kini mendukung ketajaman resolusi 2K.
Keberadaan fitur ini disiapkan agar visualisasi momen kemenangan saat bermain game online tetap tampak jernih ketika disebarluaskan ke jagat maya.
Oppo turut membenamkan lebih banyak instrumen kecerdasan buatan atau AI ke dalam Reno 16 Series.
Deni menyatakan bahwa kehadiran AI menjadi tolok ukur pembeda paling krusial pada ponsel modern, sebab orientasinya tidak lagi hanya bertumpu pada keunggulan komponen perangkat keras.
Bagi Deni, fungsionalitas AI memerlukan sokongan sistem backend, server, pasokan data, serta infrastruktur pendukung yang memakan biaya tidak sedikit.
Oleh sebab itu, pengerjaan AI ikut melebur menjadi bagian dari nilai tambah yang disajikan pada Reno 16 Series.
Oppo memberi contoh perihal pemanfaatan AI guna menopang aktivitas generasi muda dalam memproduksi konten kreatif untuk media sosial.
Tahapan penyuntingan layaknya pembuatan kolase, efek pop-up, hingga manipulasi objek visual yang lazimnya menggunakan aplikasi eksternal kini bisa dieksekusi langsung lewat bawaan ponsel.
"Oppo sangat fokus pada AI. Kami membuat banyak fitur AI yang sekarang sebenarnya sedang menjadi tren," pungkas Deni.
Mengenai nasib model lawas, Deni menegaskan bahwa harganya tidak bakal mengalami pergeseran yang berarti.
Sebab, ketetapan harga bagi barang edisi lama sudah dikunci sewaktu gawai tersebut diluncurkan serta memiliki fondasi pabrikan dan target pasar yang berlainan.
Pada kebijakan manajemen Oppo, patokan harga diklaim tidak semata-mata diukur lewat perbandingan antar-generasi saja.
Pihak internal menilai sebuah nominal harus ditinjau berdasarkan keselarasan nilai fungsional yang diperoleh pada tiap-tiap komoditas produk.
"Value yang didapatkan pengguna dari Reno16 Series dan varian lainnya kami yakini sepadan dengan harga yang ditawarkan," tutup Deni.