BPS Puji Capaian Sensus Ekonomi 2026 Bali yang Lampaui Nasional

BPS Puji Capaian Sensus Ekonomi 2026 Bali yang Lampaui Nasional
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil capaian sementara pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bali. Progres pendataan di wilayah tersebut dilaporkan telah menyentuh angka 43,35 persen, di mana angka ini berhasil melampaui rerata akumulasi nasional yang saat ini berada pada posisi 42,75 persen.

"Untuk Bali rata-rata hari ini 43,35 persen, kalau kita lihat per kabupaten/kota ini yang paling tinggi adalah Kabupaten Buleleng hampir 55 persen,” isi pemaparan terkait capaian tinggi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data terkini, pencapaian hingga awal Juli 2026 tersebut menempatkan kawasan Bali ke dalam jajaran atas wilayah dengan persentase tertinggi untuk pelaksanaan sensus nasional. Di sisi lain, wilayah Papua Pegunungan beserta beberapa area Papua lainnya tercatat menduduki posisi paling rendah dalam grafik progres.

Meskipun rata-rata wilayah Bali mencatatkan angka yang memuaskan, hasil evaluasi mendalam menunjukkan masih adanya sejumlah daerah yang berada di bawah standar pencapaian tersebut. Kondisi terendah ditemukan di wilayah ibukota provinsi, sehingga pemerintah daerah setempat diminta untuk segera memberikan perhatian secara khusus.

“Yang paling rendah ternyata di Kota Denpasar di tempat kita berada, ini mungkin perlu nanti menjadi perhatian kita, kami memiliki dasbor, jadi dasbor ini yang menjadi alat bantu kami di pusat memantau harian bahkan jam-an,” isi penegasan mengenai urgensi pengawasan berkala tersebut.

Secara terperinci, realisasi angka capaian dari masing-masing wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali dapat dilihat sebagai berikut: Kota Denpasar 31,38 persen Kabupaten Gianyar 32,27 persen Kabupaten Badung 36,65 persen Kabupaten Bangli 46,22 persen Kabupaten Klungkung 46,27 persen Kabupaten Jembrana 47,05 persen Kabupaten Tabanan 47,96 persen Kabupaten Karangasem 51,07 persen Kabupaten Buleleng 54,95 persen

Guna mendongkrak performa, pihak otoritas statistik mengajak jajaran pemerintah daerah untuk ikut serta mengawal jalannya proses pendataan dengan memanfaatkan fasilitas sistem pemantauan digital hingga menyentuh area kecamatan. Para kepala daerah telah diberikan hak akses khusus agar dapat memantau perkembangan secara langsung serta melacak keberadaan petugas di lapangan.

“Kami juga memberikan hak akses khusus untuk para kepala daerah, jadi kepala daerah bisa memantau progres pencapaian SE di daerahnya, sehingga nanti Pak Gubernur bisa ikut memantau, disini juga kita bisa memantau petugas dimana, kami menggunakan pelacakan langsung,” isi penjelasan mengenai sistem kontrol digital.

Demi memacu motivasi kerja para petugas lapangan, pihak lembaga telah menyiapkan sejumlah hadiah menarik, termasuk pemberian piagam penghargaan bagi daerah yang mampu mencatatkan hasil terbaik. Terlepas dari aspek apresiasi tersebut, agenda besar ini pada dasarnya bertujuan memotret kondisi perekonomian wilayah demi menentukan arah kebijakan strategis yang tepat.

“Ini adalah medical check up (MCU) perekonomian Indonesia, maka dari hasil pemeriksaan ekonomi Indonesia ini nanti Bapak Gubernur akan bisa membuat resep kebijakan yang tepat sesuai dengan hasil MCU yang terkini,” isi perumpamaan mengenai fungsi krusial data.

Meskipun durasi pelaksanaan tergolong singkat jika disandingkan dengan negara lain, para petugas di lapangan diwajibkan untuk tetap menjunjung tinggi kejujuran data. Apabila menemui hambatan saat menghadapi penolakan di lingkungan masyarakat, para petugas disarankan untuk menerapkan pola pendekatan yang lebih intensif.

Melalui pengumpulan data yang menyeluruh dan akurat, potensi sektor ekonomi lain di luar industri pariwisata berpeluang besar untuk muncul ke permukaan. Selama ini publik global lebih mengenal wilayah ini dari sektor pelesiran, padahal terdapat kekuatan besar pada sektor ekonomi kreatif berbasis kebudayaan yang terbukti dari dominasi angka ekspor produk kerajinan.

Hasil akhir dari pendataan massal ini diyakini akan menjadi fundamen yang kuat bagi para pembuat kebijakan, kalangan penanam modal, pelaku industri, hingga lapisan masyarakat luas. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memetakan ceruk pasar baru maupun menyusun rencana ekspansi usaha yang terukur.

“Nanti para investor bisa mengetahui di daerah mana yang belum ada misalnya pengolahan padi, para pengusaha bisa memanfaatkan data itu juga untuk melihat peluang bisnis, melihat potensi yang harus bisa dia kontribusikan atau membuka usaha-usaha baru atau juga memecahkan ekspansi usaha yang harus dia lakukan di wilayah provinsi Bali,” isi pemaparan mengenai pemanfaatan data bagi dunia usaha.

Masyarakat secara luas diimbau untuk memberikan dukungan penuh dengan menerima kedatangan para petugas resmi di kediaman masing-masing tanpa perlu merasa khawatir, sebab seluruh kerahasiaan data yang dihimpun dilindungi secara penuh oleh undang-undang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index